TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aroma harum daun ketumbar langsung menyeruak begitu semangkuk sop hangat disajikan di atas meja.
Sekilas, kuah beningnya tampak sederhana.
Namun, saat sesendok kuah diseruput, ledakan rasa gurih yang kaya rempah sekaligus menyegarkan langsung memanjakan lidah.
Sensasi kuliner autentik inilah yang ditawarkan oleh restoran Sop Salman Muslim, destinasi kuliner terbaru yang berlokasi di Jalan Maulana Yusuf No. 21, Kota Bandung.
Restoran ini mengusung misi mulia: menghidupkan kembali resep rahasia keluarga yang telah dijaga rapat selama tiga dekade.
Pemilik Sop Salman Muslim, Rivo Ohashi, mengungkapkan bahwa keputusan membuka restoran ini didasari keinginan agar menu warisan leluhurnya tidak hilang ditelan zaman.
Baca juga: Berburu Kuliner Viral di Asia Africa Festival 2026: Intip Menu Hits di Braga Citywalk & Asia Africa
“Sebetulnya menu Sop Salman Muslim ini menu warisan keluarga. Resep sop ini sudah kurang lebih 30 tahunan. Kita berani membuka restoran supaya menu warisan keluarga ini tetap terjaga,” ujar Rivo saat ditemui Tribun Jabar, Jumat (10/7/2026).
Berbeda dari sop sapi lokal Indonesia pada umumnya, Sop Salman Muslim berkiblat pada cita rasa khas Asia Tenggara.
Hal ini tidak terlepas dari silsilah keluarga besar Salman yang memiliki darah keturunan Melayu dan Thailand.
Karakter utama dari sop ini terletak pada kuahnya yang unik. Rivo menggunakan racikan rempah pilihan seperti daun ketumbar (wansuey), pala, dan ramuan rahasia keluarga lainnya.
“Karakternya memang bold secara rasa, tapi teksturnya light (ringan). Jadi ketika dimakan tetap terasa segar dan tidak bikin enek,” tutur Rivo, menjelaskan perbedaan sopnya dengan sop lain yang cenderung bertekstur berat.
Meski bertransformasi menjadi bisnis komersial, keaslian rasa tetap menjadi harga mati.
Yang mengalami modifikasi hanyalah variasi isiannya.
Jika dulu keluarga hanya menggunakan daging sapi dan lidah, kini pelanggan bisa berburu bagian lain seperti koyor, babat, paru, usus, hingga tulang muda.
Pengalaman kuliner Asia Tenggara di tempat ini terasa kian utuh dengan hadirnya menu pendamping khas kopitiam.
Pengunjung bisa menikmati kwetiau goreng sapi, nasi goreng daging sereh, hingga camilan seperti toast butter kaya dan roti bakar pandan.
Pilihan minumannya pun sangat kental dengan nuansa semenanjung Malaya, mulai dari teh tarik, chai latte, kopi tarik, hingga Thai tea.
Menariknya, demi menjaga keaslian rasa, beberapa bahan baku utama didatangkan langsung dari luar negeri.
“Beberapa bahan memang langsung dari negara asalnya. Kopi kita dari luar langsung. Milo juga Milo luar, termasuk teh tariknya nanti rasanya akan berbeda dan lebih autentik,” kata Rivo.
Konsep lintas negara ini juga tergambar jelas dari visual restoran.
Dinding dan dekorasi ruangan didominasi perpaduan warna cokelat, ungu, dan hijau yang terinspirasi dari estetika kota tua Penang (Malaysia) dan Thailand.
Dipadukan dengan meja logam klasik ala rumah makan tempo dulu dan konsep dapur terbuka (open kitchen), suasana makan di sini terasa sangat hangat sekaligus modern.
Pada bagian depan, etalase berisi aneka roti dan cookies buatan rumah siap menyambut setiap tamu.
Bagi Anda yang tertarik mencoba, seluruh menu di Sop Salman Muslim dipastikan 100 persen halal.
Restoran ini beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB, dan dalam waktu dekat akan buka lebih awal untuk menyajikan menu sarapan pagi khas Asia Tenggara.(*)