TRIBUNNEWS.COM - Jumlah korban tewas akibat gempa kembar yang melanda Venezuela pada 24 Juni terus meningkat.
Hingga Jumat (10/7/2026), Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, melaporkan sedikitnya 4.118 orang meninggal dunia.
Sementara 16.740 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Dalam pembaruan yang disampaikan melalui platform media sosial X, Rodriguez mengatakan pemerintah terus memperluas operasi bantuan bagi masyarakat terdampak.
Hingga saat ini, 86.794 keluarga telah menerima bantuan kemanusiaan.
Selain korban jiwa, tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi 6.462 orang dari wilayah terdampak, mengutip Anadolu Agency, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga: Presiden Venezuela Bantah Kritik Lambat Tangani Gempa
Bencana tersebut juga menyebabkan 856 bangunan mengalami kerusakan, dengan 190 bangunan dilaporkan runtuh.
Pemerintah Venezuela juga telah menyalurkan 9.766 metrik ton makanan dan lebih dari 13,9 juta liter air bersih kepada para penyintas.
Sementara itu, 29.966 pasien telah memperoleh layanan medis sejak operasi tanggap darurat dimulai.
Untuk mendukung proses penyelamatan dan pemulihan, sebanyak 30.076 personel bersama 29.843 relawan dikerahkan ke berbagai wilayah terdampak.
Operasi tersebut juga mendapat dukungan 3.454 pekerja penyelamat internasional.
Rodriguez menambahkan bahwa pemerintah telah mendirikan 89 kamp penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Hingga kini, otoritas juga mencatat 1.171 gempa susulan sejak dua gempa utama mengguncang negara tersebut.
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 mengguncang Venezuela pada 24 Juni, hanya berselang 39 detik.
Dua gempa besar itu memicu kerusakan luas di berbagai wilayah dan mendorong respons kemanusiaan berskala nasional maupun internasional yang hingga kini masih terus berlangsung.
(*)