Bangunan Eks RSUD Soreang Akan Dipakai SMPN 5, Ruang Jenazah Jadi Rumah Kepala Dinas
Muhamad Syarif Abdussalam July 11, 2026 02:32 PM

Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kabupaten Bandung berencana memanfaatkan bangunan eks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang menjadi lokasi permanen SMP Negeri 5 Soreang.

Langkah Pemkab Bandung tersebut dipilih untuk memenuhi kebutuhan sarana pendidikan yang lebih memadai bagi sekolah yang selama ini belum memiliki gedung sendiri.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di lokasi, sebagian area eks RSUD Soreang tersebut kini masih digunakan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan Kabupaten Bandung. 

Sementara sejumlah ruangan lain seperti bekas ICU, IGD, dan ruang isolasi Covid-19, sudah lama tidak difungsikan sehingga kondisinya tampak kosong, berdebu, dan memerlukan penataan kembali. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah menjelaskan sejak berdiri sekitar tiga tahun lalu, SMPN 5 Soreang masih melaksanakan kegiatan belajar dengan menumpang di SD Cibiru.

Dengan adanya kondisi itu dan hasil kajian bangunan, Asep mengatakan eks RSUS Soreang dinilai masih memiliki struktur yang aman sehingga cukup layak dimanfaatkan sebagai sekolah setelah dilakukan renovasi.

"Pemerintah daerah tinggal melakukan perapian dan penataan untuk menyesuaikan kebutuhan pembelajaran. Seperti perbaikan sekat ruangan, plafon, dan pengerjaan lantai," ujarnya kepada awak media, Sabtu (11/7/2026).

Asep menambahkan, penggunaan kembali gedung tersebut juga memiliki nilai historis karena sebelumnya lokasi itu pernah difungsikan sebagai sekolah sebelum diubah menjadi rumah sakit. 

"Secara histori, bangunan eks RS Soreang ini dulunya merupakan bangunan Sekolah Dasar Soreang. Jadi, gedung ini akan dikembalikan fungsinya seperti semula, yaitu sebagai fasilitas pendidikan," katanya.

Untuk merealisasikan rencana itu, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah. Di mana, surat permohonan pemanfaatan aset juga telah diajukan sebagai bagian dari administrasi.

Diketahui, saat ini SMPN 5 Soreang baru memiliki tiga rombongan belajar. Apabila menempati gedung baru yang terdiri atas tiga lantai, kapasitas sekolah diperkirakan dapat ditingkatkan.

"Ke depan, lokasinya dapat dikembangkan dalam klaster yang lebih luas untuk mengakomodasi lulusan SD, dengan kapasitas yang bisa dioptimalkan hingga 11 rombongan belajar," ucapnya.

Meskipun daya tampung ditambah, Asep menegaskan bahwa pihaknya tetap memperhitungkan keberadaan sekolah swasta di sekitarnya, agar tetap mendapatkan ruang mendapatkan murid. 

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah lulusan SD dan MI di Soreang setiap tahun mencapai sekitar 1.985 hingga 2.000 siswa. Sementara itu, daya tampung SMP negeri berada di kisaran 1.900 siswa. 

"Jika melihat total riil anak usia sekolah di wilayah ini yang mencapai 2.115 anak, termasuk anak yang sempat putus sekolah dan mendaftar kembali. Soreang memang masih sangat membutuhkan penambahan unit sekolah baru guna mengimbangi laju perkembangan kelulusan," ujarnya.

Dengan adanya hal itu, pemanfaatan aset pemerintah yang tersedia dianggap lebih efisien dibandingkan membangun sekolah baru dari awal, mengingat pembelian lahan membutuhkan anggaran yang besar.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait bekas ruang jenazah di rumah sakit tersebut, Asep menyebut bahwa area tersebut tidak akan digunakan sebagai ruang belajar pada peserta didik.

"Area itu nantinya diproyeksikan untuk dialihfungsikan sebagai rumah dinas Kepala Dinas Pendidikan, sehingga tidak akan mengganggu area belajar siswa," katanya.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan melibatkan tim konsultan teknis untuk menguji ulang kelayakan struktur dan merancang perbaikan detail, seperti plafon yang lapuk dan instalasi listrik.

"Target optimistisnya, pada awal tahun 2027 sudah mulai ada aktivitas di sana. Jika berjalan sesuai rencana, pada tahun ajaran 2027-2028 operasional sekolah sudah bisa berjalan optimal," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.