Gerakan Indonesia ASRI, Pemprov Sumbar Wajibkan Sekolah dan Kantor Olah Sampah Mandiri
Rahmadi July 11, 2026 03:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar aksi nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI di Padang, tepatnya di Kawasan Pantai Cimpago, Jumat (10/07/2026).

Ratusan personel Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Barat menghadiri apel bersama dalam pembukaan agenda ini.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membuka langsung kegiatan Gerakan Indonesia ASRI di Padang tersebut bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, yang memberikan arahan secara daring.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya daerah mengeksekusi instruksi pusat terkait penataan kawasan.

Mahyeldi menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI di Padang ini menjadi momentum penting dalam mengatasi masalah limbah dan persampahan di wilayahnya.

Baca juga: Antre BBM di Padang Ganggu Pengantaran Barang, Sopir Pikap Keluhkan Waktu Kerja Habis di SPBU

Ia memuji fokus pemerintah pusat yang memberikan perhatian besar pada pengelolaan kebersihan lingkungan.

"Program ASRI dari Presiden adalah program yang diajarkan oleh Rasulullah kepada kita semua. Persoalan besar di daerah ataupun nasional adalah masalah sampah. Di sepanjang saya hidup, baru kali ini ada presiden yang fokus ke penanganan sampah," ungkap Gubernur Mahyeldi di hadapan peserta apel.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa ketidakpedulian terhadap penanganan sampah akan menimbulkan dampak kerugian yang sangat mahal bagi keberlangsungan ekosistem dan kualitas hidup masyarakat. 

"Biaya ketidakpatuhan kita akan penanganan sampah adalah akibat kita tidak menjaga lingkungan. Lingkungan yang aman membawa kenyamanan bagi masyarakat, lingkungan yang sehat membawa masyarakat semakin hidup, lingkungan yang indah adalah cerminan masyarakat yang peduli akan keindahan. Menjaga kebersihan ini adalah tanggung jawab semua, tidak hanya petugas," tegasnya.

Sebagai langkah taktis di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menginstruksikan seluruh instansi perkantoran pemerintahan dan lembaga pendidikan di wilayah Sumbar untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah mandiri di hulu.

Baca juga: Antrean Biosolar di Padang Mengular di SPBU Jati Baru, Sopir Takut saat Giliran Isi Kehabisan BBM

"Kita sudah memprogramkan kantor di provinsi dan sekolah tidak boleh membuang sampahnya keluar kantornya. Maksudnya sampah harus bisa diolah sendiri di kantor dan sekolah.," tambah Mahyeldi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, dalam arahan daringnya menegaskan bahwa gerakan Indonesia ASRI merupakan instruksi langsung Presiden guna membangun kesadaran lingkungan dari unit komunitas terkecil.

“Program ini merupakan arahan Presiden agar seluruh kementerian dan seluruh kepala daerah menggerakkan Indonesia Asri berupa pengelolaan sampah mulai paling bawah di tingkat RT/RW, serta membudayakan kesadaran peduli lingkungan,” jelas Safrizal.

Aksi penunjang gerakan Indonesia ASRI tingkat Sumatera Barat di Pantai Cimpago ini diisi dengan berbagai program multidimensi, mulai dari aksi kebersihan pantai massal, pembagian bibit pohon gratis, aksi kemanusiaan donor darah, hingga penyelenggaraan Pasar Murah yang melibatkan UMKM lokal dan BULOG demi menjaga stabilitas harga pangan masyarakat.

Melalui pelaksanaan program ini secara berkala, Pemprov Sumbar berharap kesadaran lingkungan di perkantoran, sekolah, dan pemukiman mampu menciptakan wilayah Sumatra Barat yang bersih, tertata, dan asri secara berkelanjutan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.