TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Sebagian orang tua masih khawatir menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat Kota Blitar, Jawa Timur.
Terutama bagi para orang tua yang anaknya masih usia sekolah dasar (SD).
Seperti diungkapkan Rika, warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, saat diajak Pemkot Blitar mengecek langsung kondisi Sekolah Rakyat, Sabtu (11/7/2026) pukul 10.30 WIB.
Rika masib belum tahu apakah anaknya yang masih kelas 3 SD akan masuk di Sekolah Rakyat atau tidak.
Baca juga: Truk Box Tabrak Portal Underpass Nganjuk, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Api Tetap Aman
Ia masih berpikir dulu sambil menanyai lagi anaknya apakah mau masuk di Sekolah Rakyat.
"Saya belum tahu anak saya mau apa tidak sekolah di Sekolah Rakyat. Makanya, hari ini anaknya saya ajak melihat-lihat kondisi Sekolah Rakyat," katanya.
Rika termasuk keluarga potensial yang dijangkau pemerintah untuk dapat menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat.
Calon siswa Sekolah Rakyat diprioritaskan untuk anak dari keluarga yang masuk desil 1 dan desil 2 serta para anak putus sekolah.
Rika bersama puluhan wali murid lainnya yang termasuk keluarga potensial dari desil 1 dan desil 2 diajak Pemkot Blitar untuk melihat langsung kondisi Sekolah Rakyat.
Dikatakannya, sebenarnya, anaknya senang setelah melihat kondisi bangunan Sekolah Rakyat.
Karena bangunan dan fasilitas di Sekolah Rakyat bagus.
"Setelah lihat sekolahnya, anaknya senang, sekolahnya bagus, kamarnya bagus, kelasnya juga bagus. Tapi, saya belum tahu anaknya mau apa tidak sekolah di sini. Nanti di rumah saya tanya lagi mau apa tidak," ujarnya.
Rika sendiri sebenarnya masih punya kekhawatiran menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat.
Sebab, para siswa Sekolah Rakyat harus tinggal menginap di asrama. Ia khawatir karena anaknya masih kecil kelas 3 SD dan belum mandiri.
"Sebenarnya, saya agak khawatir, karena anaknya masih kecil belum mandiri. Kalau sudah SMP, mungkin tidak apa-apa. Tapi, katanya boleh dijenguk, pokok tidak pas pelajaran," katanya.
Tapi, kalau nanti anaknya masuk sekolah di Sekolah Rakyat, ia tetap akan mengizinkannya.
"Kalau anaknya mau, saya akan mengizinkan sekolah di Sekolah Rakyat. Sekolahnya bagus dan biayanya ditanggung pemerintah," ujarnya.
Orang tua lainnya, Asani dari Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar mengatakan, rencananya anaknya masuk Sekolah Rakyat setelah naik SMA. Sekarang, anaknya masih kelas 8 SMP.
"Insyaallah, anak saya naik SMA masuk Sekolah Rakyat. Sekarang masih kelas 8 SMP. Saya ingin anak saya mencapai cita-citanya di Sekolah Rakyat," katanya.
Ajak Orang Tua dan Anak Cek Sekolah Rakyat
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengatakan, Pemkot Blitar mengajak para orang tua dan anaknya untuk mengecek langsung kondisi bangunan di Sekolah Rakyat.
Upaya itu dilakukan untuk meyakinkan para orang tua agar tidak khawatir menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat.
Dikatakannya, Sekolah Rakyat yang merupakan program dari pemerintah pusat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga bernasib kurang baik seperti miskin ekstrem, putus sekolah, dan yatim piatu.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jombang : Pasutri Diseruduk Truk, Suami Meninggal Terlindas
"Kami mengajak masyarakat yang potensial itu untuk melihat langsung kondisi sekolah. Sebenarnya, petugas sudah door to door ke 1.400 keluarga," katanya.
"Namun, kami rasa mereka perlu kami ajak melihat langsung fasilitas di lokasi. Supaya para orang tua siswa tidak perlu khawatir dengan anaknya di sini (Sekolah Rakyat)," lanjutnya.
Mas Ibin yakin, setelah melihat langsung kondisi di lokasi ,para orang tua senang untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat.
"Kuotanya terbatas, sementara hanya untuk 270 anak yang menjadi prioritas pemerintah," ujarnya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)