Tingkatkan Tekanan terhadap Taiwan dan Jepang, China Luncurkan  Kapal Serbu Amfibi Canggih
Eko Sutriyanto July 11, 2026 04:38 PM

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  China diperkirakan akan segera menyerahkan kapal serbu amfibi terbaru Type 076 "Sichuan" kepada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Navy), setelah rekaman terbaru menunjukkan pembangunan kapal tersebut telah memasuki tahap akhir.

Dalam video yang dipublikasikan media resmi China, terlihat berbagai perlengkapan utama di dek penerbangan telah terpasang, termasuk marka penerbangan, katapel elektromagnetik (electromagnetic catapult/EMALS), serta sistem penahan pendaratan pesawat (arresting gear).

Sejumlah pakar militer China menilai kondisi tersebut mengindikasikan kapal akan segera diserahkan kepada Angkatan Laut untuk memasuki tahap operasional.

Pertama di dunia

Yang membedakan Type 076 Sichuan dari kapal serbu amfibi lainnya adalah penggunaan katapel elektromagnetik, menjadikannya kapal serbu amfibi pertama di dunia yang mengadopsi teknologi tersebut.

Baca juga: Tak Ada Panic Buying Jelang Topan Super Bavi, Mahasiswa Indonesia di China: Sudah Biasa di Sini

"Teknologi ini memungkinkan kapal meluncurkan pesawat nirawak (drone) sayap tetap berukuran besar, selain helikopter dan berbagai wahana udara lainnya, sehingga memperluas kemampuan pengintaian, serangan, dan dukungan operasi amfibi. Tampaknya akan membahayakan Taiwan dan Jepang," ungkap  Kosuke Takahashi wartawan majalah diplomatik dan keamanan AS 'The Diplomat' hari ini (11/7/2026).

Kemampuan tersebut dinilai akan meningkatkan fleksibilitas operasi militer China jauh dari wilayah daratannya, tambahnya.

Tingkatkan kemampuan ekspedisi

Dengan beroperasinya Sichuan, kemampuan China dalam melaksanakan operasi pendaratan, ekspedisi militer, serta proyeksi kekuatan di kawasan Indo-Pasifik diperkirakan akan meningkat secara signifikan.

Kapal ini dipandang sebagai bagian dari modernisasi besar-besaran Angkatan Laut China yang dalam beberapa tahun terakhir terus memperluas armada kapal induk, kapal perusak, kapal amfibi, hingga kapal selam.

"Pengoperasian Sichuan diperkirakan akan menjadi perhatian serius bagi negara-negara di kawasan, terutama Taiwan dan Jepang."

Kapal ini diyakini akan memperkuat kemampuan China dalam menjalankan operasi di sekitar Selat Taiwan maupun Laut China Timur, sehingga berpotensi memengaruhi keseimbangan keamanan regional.

Para pengamat menilai kehadiran kapal tersebut dapat mendorong Jepang dan negara-negara mitra untuk semakin memperkuat kerja sama pertahanan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan kemampuan militer China.

Modernisasi armada laut China sendiri terus menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan dalam perkembangan situasi keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.