Situ Cibungur Ciamis Mengering, Dasar Danau Jadi Kebun Sayur dan Wahana Wisata Pun Mangkrak
Dedy Herdiana July 11, 2026 05:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Pemandangan berbeda terlihat di Situ Cibungur, Desa Benteng, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026).

Dampak musim kemarau membuat sebagian besar area situ mengering hingga dasar danau berubah menjadi lahan pertanian yang dimanfaatkan warga untuk menanam sayuran.

Pantauan di lokasi, warga menanami dasar situ yang mengering dengan berbagai jenis tanaman, seperti kangkung, bayam, dan kacang. 

Sementara itu, air hanya tersisa di satu kubangan kecil di bagian tengah situ.

Kubangan tersebut kini dimanfaatkan warga untuk memelihara ikan agar tetap bertahan selama musim kemarau.

Tak hanya itu, dua unit perahu wisata berbentuk bebek yang sebelumnya menjadi daya tarik pengunjung juga tampak tak lagi beroperasi. 

Baca juga: Ternyata Sudah Sebulan Sumur Kering, Ini Perjuangan Imas Warga Banjarsari Ciamis Berburu Air Bersih

Perahu kayuh tersebut terparkir di tepi situ dan mulai dipenuhi karat karena air tidak lagi cukup untuk digunakan.

Diketahui, Situ Cibungur memiliki luas sekitar 16.870 meter persegi atau sekitar 1,68 hektare. 

Kawasan ini selama ini berfungsi sebagai kawasan konservasi sekaligus perairan umum.

Salah seorang warga, H. Syarif, mengatakan Situ Cibungur dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Ciamis Momon Gandasasmita sekitar 2010. 

Menurutnya, lahan tersebut merupakan tanah milik kelurahan yang kemudian dikembangkan menjadi situ.

"Ini merupakan tanah kelurahan yang dimanfaatkan oleh warga, kemudian dibangun menjadi seperti ini sekitar tahun 2010," ujarnya.

Ia menceritakan, sebelum menjadi situ, lokasi tersebut merupakan tempat memandikan kerbau. 

Adapun sumber air Situ Cibungur berasal dari air hujan dan embung yang berada di sekitar kawasan.

Menurut Syarif, dahulu Situ Cibungur hampir tidak pernah mengalami kekeringan. Air biasanya baru surut apabila musim kemarau berlangsung cukup panjang.

"Kalau musim hujan, ikan-ikannya biasanya muncul sendiri. Kami tidak perlu menebar benih ikan karena sudah ada secara alami," katanya.

Namun kondisi itu, lanjut dia, kini sudah berubah. Baru sekitar satu bulan musim kemarau, sebagian besar area situ sudah mengering.

"Beda dengan sekarang. Baru satu bulan musim kemarau saja situ sudah kering," ucapnya.

Syarif juga mengenang Situ Cibungur pernah dikeringkan dan dimanfaatkan sebagai lapangan sepak bola. 

Saat itu, kata dia, ada instruksi pemerintah daerah agar setiap wilayah memiliki lapangan olahraga yang bisa digunakan masyarakat.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.