MPLS Ramah 2026: Apa Saja yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan?
Dian Anditya Mutiara July 11, 2026 05:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 mulai berlangsung di berbagai daerah pada Senin (13/7/2026). 

Melalui konsep MPLS Ramah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa seluruh kegiatan pengenalan sekolah harus berlangsung secara edukatif, aman, menyenangkan, serta bebas dari praktik perpeloncoan.

Pelaksanaan MPLS kini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 yang menggantikan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016.

Apa yang Boleh Dilakukan Saat MPLS?

Selama pelaksanaan MPLS, sekolah dianjurkan mengisi kegiatan dengan aktivitas yang membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Baca juga: Kapan Masuk Sekolah 2026? Cek Jadwal MPLS dan Awal Tahun Ajaran di 11 Provinsi

Berikut kegiatan yang diperbolehkan.

1. Mengenalkan lingkungan sekolah

Siswa diajak mengenal ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, UKS, kantin, toilet, hingga jalur evakuasi agar lebih memahami lingkungan sekolah.

2. Memperkenalkan guru dan tenaga kependidikan

Sekolah dapat memperkenalkan kepala sekolah, guru, wali kelas, tenaga administrasi, hingga petugas keamanan agar siswa merasa lebih dekat dengan warga sekolah.

3. Menjelaskan tata tertib sekolah

Peserta didik perlu memahami aturan berpakaian, jam masuk sekolah, tata krama, penggunaan fasilitas, serta hak dan kewajiban sebagai siswa.

4. Memberikan pendidikan karakter

Materi yang disampaikan dapat berupa wawasan kebangsaan, pencegahan perundungan (bullying), kejujuran, gotong royong, hingga pengenalan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

5. Mengenalkan Kurikulum Merdeka

Sekolah dapat menjelaskan sistem pembelajaran, Projek Penguatan Profil Lulusan (P5), cara belajar efektif, hingga sistem penilaian yang digunakan.

6. Mengadakan permainan edukatif

Ice breaking, permainan kerja sama, diskusi kelompok, hingga kuis diperbolehkan selama bersifat mendidik dan tidak merendahkan peserta didik.

7. Mengenalkan kegiatan ekstrakurikuler

Sekolah juga dapat memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler agar siswa mengetahui pilihan kegiatan sesuai minat dan bakatnya.

Baca juga: Jelang MPLS, Kemensos Matangkan Kesiapan Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat MPLS?

Kemendikdasmen menegaskan sejumlah kegiatan yang dilarang selama pelaksanaan MPLS.

1. Perpeloncoan

Segala bentuk perpeloncoan, baik fisik maupun verbal, dilarang dilakukan kepada peserta didik baru.

2. Kekerasan dalam bentuk apa pun

Sekolah tidak boleh melakukan tindakan yang mengandung unsur kekerasan fisik, kekerasan verbal, maupun kekerasan psikologis.

3. Memberikan atribut yang tidak masuk akal

Peserta didik tidak boleh diminta memakai atribut yang tidak berkaitan dengan kegiatan belajar, seperti aksesori aneh, riasan berlebihan, maupun perlengkapan yang mempermalukan siswa.

4. Memberikan tugas yang memberatkan

Sekolah juga dilarang memberikan tugas yang tidak mendidik, menyulitkan, atau membebani peserta didik maupun orang tua.

5. Mempermalukan siswa

Kegiatan yang membuat siswa malu, takut, menangis, atau menjadi bahan ejekan tidak diperbolehkan dalam MPLS.

6. Senior Mengendalikan MPLS

Pelaksanaan MPLS menjadi tanggung jawab guru dan tenaga kependidikan.

Peserta didik senior dapat dilibatkan secara terbatas untuk membantu kegiatan yang bersifat positif dan tetap berada di bawah pengawasan guru.

Berapa Lama Pelaksanaan MPLS?

Sesuai ketentuan Kemendikdasmen, MPLS dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru dengan durasi maksimal tiga hari.

Selama pelaksanaan tersebut, sekolah diminta mengutamakan kegiatan yang membantu siswa mengenal lingkungan belajar, membangun karakter, dan menciptakan pengalaman pertama di sekolah yang menyenangkan.

Tujuan MPLS Ramah 2026

Program MPLS Ramah bertujuan membantu peserta didik:

  • Beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru.
  • Mengenal guru, teman, dan budaya sekolah.
  • Memahami hak dan kewajiban sebagai peserta didik.
  • Menumbuhkan karakter positif sejak awal.
  • Merasa aman, nyaman, dan diterima di lingkungan sekolah. (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.