Antre BBM di Padang Ganggu Pengantaran Barang, Sopir Pikap Keluhkan Waktu Kerja Habis di SPBU
Rahmadi July 11, 2026 03:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pengendara pikap Mitsubishi L300, Budi mengeluhkan antrean biosolar di Padang yang mengganggu jam operasionalnya saat mengantarkan barang perabotan.

Kondisi ini menimpa Budi selama beberapa bulan terakhir di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padang.

Ditemui TribunPadang.com saat antre biosolar di SPBU Jati, ia mengaku harus meluangkan waktu untuk mengisi BBM jelang mengantarkan barang.

"Sudah lama seperti ini, bulan kemarin masih merasakan juga, sekarang antrean di SPBU Jati sangat panjang, biasanya tak sejauh ini," kata dia memberikan keterangan, Sabtu (11/7/2026).

Ia menyebut, selalu antre setiap pagi, selain di SPBU Jati, namun juga mencari ke Sawahan, Pisang hingga Khatib Sulaiman.

Baca juga: Antrean Biosolar di Padang Mengular di SPBU Jati Baru, Sopir Takut saat Giliran Isi Kehabisan BBM

Kondisi tersebut ia keluhkan, pasalnya jam operasional selalu habis hanya untuk mengantre biosolar, yang seharusnya bisa digunakan untuk mengantarkan barang.

"Saya mengantarkan perabotan dari Pondok ke dalam kota, tapi kalau sudah antre begini, terpaksa ditunda. Namun kalau pelanggan minta diantar sekarang, saya haris putar balik, tidak jadi mengantre," pungkasnya.

Bahkan waktu yang dihabiskan saat mengantre BBM biosolar, bisa mencapai tiga jam di setiap SPBU.

Apabila sudah mengantre beberapa jam, namun pelanggan minta diantarkan barang, upayanya mendapatkan bisolar menjadi sia-sia.

"Jadi percuma, kalau sudah antre lama, pelanggan minta antarkan barang. Mau tidak mau kita terpaksa balik, kalau untuk stok di tangki, selalus saya sisakan setengah, jadi kalau ada pengantaran, masih bisa dilakukan," tambahnya.

Baca juga: Harga Terbaru TBS Sawit Pasaman Barat, Cek Perusahaan yang Beli Rp 3.810 per Kg

Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 10.11 WIB, tampak antrean kendaraan sudah mengular panjang.

Kendaraan yang antre tampak satu jalur, dari arah Sawahan menuju SPBU tersebut, antrean hampir sampai di RSUP M Djamil Padang.

Di sisi lain dari arah sebaliknya, di depan SPBU, hingga SJS Mart Jati, kendaraan juga mengular. Kendaraan yang mengular tidak hanya minibus, namun juga ada pikap dan truk boks.

Antrean kendaraan hanya tampak mepet jika tidak ada persimpangan, namun sebaliknya, jaraknya hanya beberapa sentimeter.

Baca juga: Harga TBS Dharmasraya Terbaru Tembus Rp3.810 per Kg, Selisih Antar Pabrik Capai Rp550

Sedangkan di dalam kawasan, antrean terlihat dua jalur dan cukup padat pada pengisian BBM biosolar.

Untuk arus lalu lintas masih terpantau lancar dan terkendali di lapangan, meski banyak kendaraan yang mengurangi kecepatan saat memotong jalur.

Pengendara, Iwan mengatakan baru saja antre setengah jam di SPBU Jati untuk mengisi BBM biosolar.

Kata dia, untuk mendapatkan bbm tersebut, pada umunnya harus mengantre selama dua hingga tiga jam ke depan.

"Saya baru antre setengah jam lalu, tapi hingga dapat solar, biasanya harus menunggu dua hingga tiga jam. Soalnya kemarin begitu," kata dia saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Cuaca Kota Padang Sabtu 11 Juli 2026 Cerah Berawan, BMKG Ingatkan Perubahan Mendadak

Ia menjelaskan, biasanya antrean panjang jarang terjadi di SPBU Khatib Jati. Akan tetapi, beberapa bulan terakhir kondisi teesebut mulai terjadi, begitu juga dengan tempat lain.

Meski begitu, ia tetap harus menunggu sampai mendapatkan biosolar. Jika tidak, ia tidak bisa melanjutkan perjalanan.

"Harus tetap antre, karena di tempat lain juga sama, kalau tidak tidak bisa bekerja. Tapi terkadang, bisa saja giliran kita mengisi solar, habis, itu yang ditakutkan, lalu antre lagi di tempat lain," tutupnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.