TRIBUNMATARAMAN.COM, MADIUN - Dua kecelakaan yang melibatkan truk ekspedisi J&T dalam sepekan terakhir menjadi perhatian warga Mataraman.
Insiden tersebut terjadi di Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Madiun, dengan penyebab yang berbeda.
Kasus pertama merupakan kecelakaan maut di perlintasan kereta api Bagor, Nganjuk, yang menewaskan sopir truk.
Sementara kasus kedua terjadi di Jalan Nasional Surabaya-Madiun, Kelurahan Nglames, ketika truk boks J&T menabrak bagian belakang Bus Jaya.
Kedua peristiwa itu ramai diperbincangkan di media sosial hingga menjadi sorotan warganet.
1. Truk J&T Tertabrak KA Logawa di Nganjuk, Sopir Meninggal Dunia
Peristiwa pertama terjadi di perlintasan kereta api langsung (JPL) 103 Jalan Raya Surabaya-Madiun, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 14.15 WIB.
Kecelakaan melibatkan Kereta Api Logawa relasi Purwokerto-Ketapang, truk ekspedisi J&T bernomor polisi L 9417 CL, serta sepeda motor Honda Supra.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, mengatakan truk dan sepeda motor melintas dari arah barat menuju timur saat bersamaan Kereta Api Logawa datang dari arah timur.
"Bersamaan muncul Kereta Api Logawa dari timur ke barat," ujar Wahby.
Benturan keras membuat truk terpental hingga mengenai pengendara sepeda motor.
Akibat kejadian tersebut, sopir truk meninggal dunia di lokasi karena mengalami luka berat, sedangkan pengendara motor mengalami patah tulang dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Proses evakuasi kendaraan sempat menyebabkan kemacetan hingga sekitar dua kilometer di sekitar lokasi.
Hingga kini, Satlantas Polres Nganjuk masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
2. Truk J&T Tabrak Belakang Bus Jaya di Madiun
Dua hari berselang, kecelakaan kembali melibatkan kendaraan ekspedisi J&T.
Insiden terjadi di Jalan Nasional Surabaya-Madiun, Kelurahan Nglames, Kabupaten Madiun, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Kecelakaan bermula ketika sebuah truk dari arah Surabaya diduga oleng hingga menabrak median jalan.
Melihat kondisi tersebut, pengemudi Bus Jaya langsung melakukan pengereman mendadak untuk menghindari benturan.
Namun, truk boks J&T yang melaju di belakang bus tidak sempat mengurangi kecepatan sehingga menghantam bagian belakang Bus Jaya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika Cahyono, menjelaskan hasil olah TKP sementara mengarah pada dugaan pengemudi truk boks tidak menjaga jarak aman.
"Mengetahui ada truk menabrak median di depannya, pengemudi Bus Jaya langsung mengambil tindakan mengerem mendadak untuk menghindari benturan," ujar Andika.
Ia menambahkan, dugaan sementara kecelakaan dipicu kelalaian pengemudi truk boks.
"Ada dugaan kelalaian dari pengemudi Truk Boks J&T karena kurang menjaga jarak aman berkendara," jelasnya.
(TribunMataraman.com)