TRIBUNNEWSMAKER.COM – Video yang memperlihatkan kawasan perbukitan di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tampak memutih bak diselimuti salju mendadak viral di media sosial dan mengundang beragam reaksi dari warganet.
Banyak yang mengira fenomena langka tersebut merupakan hujan salju karena hamparan putih terlihat menutupi permukaan jalan setapak dan rerumputan di kawasan dataran tinggi itu.
Ramainya perbincangan di media sosial pun mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan resmi terkait fenomena yang sebenarnya terjadi.
BMKG menegaskan bahwa lapisan putih yang terlihat di perbukitan Ciwidey bukanlah salju, melainkan embun upas atau frost yang memang dapat muncul saat suhu udara turun sangat rendah pada puncak musim kemarau.
Menurut BMKG, embun upas merupakan fenomena alam yang lazim terjadi di wilayah dataran tinggi seperti Ciwidey ketika suhu udara pada malam hingga dini hari mendekati titik beku.
Kondisi tersebut menyebabkan embun yang menempel di permukaan tanah maupun dedaunan membeku menjadi kristal-kristal es tipis sehingga menciptakan pemandangan putih yang sekilas menyerupai salju.
Fenomena ini diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga Agustus seiring masih berlangsungnya musim kemarau dan pengaruh angin monsun Australia yang membawa massa udara lebih dingin ke Indonesia.
Baca juga: Teka-teki Penyakit yang Diidap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Tim Dokter Akhirnya Buka Suara
Seperti diketahui, sebuah video yang memperlihatkan kawasan perbukitan yang diduga berada di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dipenuhi lapisan putih viral di media sosial. PanduanKota & Daerah
Di mana, dalam video viral tersebut, sebuah jalan setapak tampak memutih sehingga banyak warganet menduga bahwa fenomena tersebut merupakan salju.
Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena itu bukanlah salju.
Melainkan embun upas (frost) yang lazim terjadi di kawasan dataran tinggi saat puncak musim kemarau.
Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Edi Wibowo menjelaskan bahwa embun upas terbentuk akibat suhu udara yang turun sangat rendah, terutama pada malam hingga dini hari.
"Pada puncak musim kemarau (biasanya periode Juli-Agustus), suhu udara di dataran tinggi Bandung dapat turun drastis hingga mencapai belasan, bahkan mendekati 0°C pada malam hingga dini hari," ujarnya kpada Tribun Jabar, Sabtu (11/7/2026). PanduanKota & Daerah
Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa proses embun upas terbentuk ketika uap air di udara atau embun yang menempel di permukaan dedaunan, membeku menjadi kristal-kristal es tipis.
Kondisi tersebut sangat berbeda dengan salju yang terbentuk dari uap air di dalam awan pada suhu di bawah titik beku, sebelum kemudian turun ke permukaan bumi.
Selain itu, Edi mengungkapakan, fenomena embun upas merupakan kejadian yang wajar terjadi saat musim kemarau, khususnya di wilayah dataran tinggi.
"Fenomena ini lazim pada saat musim kemarau seperti sekarang, terutama di dataran tinggi seperti di Ciwidey. Dan ini juga bisa terjadi di daerah lain seperti pernah terjadi di Pangalengan," katanya.
Sementara itu, Edi membenarkan bahwa suhu udara di Bandung Raya terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari meski telah memasuki musim kemarau. PanduanKota & Daerah
Di mana, kata Edi, pada siang hari, minimnya tutupan awan membuat permukaan bumi menerima radiasi matahari secara maksimal.
Sebaliknya, saat malam hari, tidak adanya awan menyebabkan panas yang tersimpan di permukaan bumi dilepaskan kembali ke atmosfer secara maksimal sehingga suhu udara turun lebih cepat.
"Penyabab tambahan mengapa suhu udara menjadi dingin pada musim kemarau adalah karena adanya musim dingin di wilayah Australia," ucapnya.
"Terdapat pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan masa udara dingin menuju Indonesia atau lebih dikenal dengan angin monsun Australia. Yang juga merupakan penyebab utama terjadinya musim Kemarau di Indonesia," katanya.
Edi memperkirakan, berdasarkan kajian dari BMKG, fenomena suhu dingin pada musim kemarau ini masih berpotensi berlangsung hingga Agustus.
"Oleh karena itu masyarakat diharap untuk tidak panik melihat fenomena ini, karena suhu dingin pada musim kemarau adalah suatu fenomena yang wajar terjadi terutama untuk wilayah Indonesia di selatan Khatulistiwa," katanya.
D’Riam Riverside menawarkan pengalaman wisata outdoor bagi wisatawan. Mengutip situs Driam Riverside, wahana wisata alam tersebut antara lain tenda gantung, ayunan di alam terbuka, dan river tubing.
Para tamu juga bisa menjajal aktivitas outdoor lainnya seperti offroad dan panahan.
Selain itu, obyek wisata ini memiliki resort sehingga wisatawan bisa bermalam di D’Riam Riverside. Lokasinya berada di Jalan Raya Soreang, Ciwidey KM 25, Kabupaten Bandung.
Happy Farm merupakan salah satu tempat wisata keluarga favorit di kawasan Ciwidey, Bandung.
Khususnya, untuk wisata edukasi anak-anak. Sesuai namanya, pengunjung dapat berinteraksi dengan beragam jenis kelinci di alam bebas, seperti dikutip dari Tribun Travel (28/02/2022).
Sebelum masuk ke lokasi wisata, pengunjung akan dibekali sejumlah wortel untuk memberi makan kelinci-kelinci tersebut.
Wisata ini sangat cocok untuk anak-anak karena dapat memberikan edukasi dan mengenalkan binatang.Taman Kelinci berlokasi di Cikembang, Panundaan, Ciwidey, Bandung.
Salah satu wisata hits Ciwidey ini memiliki sejumlah fasilitas, antara lain kolam air panas, wisata outbond, paintball, telusur hutan (trekking), dan lainnya.
Green Hill Park juga menyediakan penginapan bagi wisatawan dalam bentuk cottage, vila, dan glamping. Kawasan ini dikelilingi dengan aneka ragam pohon ukuran besar, serta aneka jenis satwa.
Udara sejuk di Green Hill Park menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Lokasinya berada di Jalan Ciwidey, Patengan, Rancabali, Kabupaten Bandung.
Obyek wisata selanjutnya yang menjadi ikon wisata Ciwidey adalah Ranca Upas. Wisatawan bisa bermalam di Ranca Upas dengan mendirikan tenda di bumi perkemahan, seperti dikutip dari Kompas.com (25/08/2021).
Lokasinya berada di ketinggian 1.700 mdpl, sehingga membuat suhu udara di sana dingin, dengan suhu sekitar 17-20 derajat Celsius.
Selain bumi perkembahan, Ranca Upas juga memiliki penangkaran rusa, fasilitas outbound, pemandian air panas alami, dan lainnya. Lokasinya berada di Jalan Raya Ciwidey - Patengan No.KM. 11, Patengan, Kec. Rancabali, Bandung.
Bukit Jamur, Rancabolang Ciwidey termasuk salah satu destinasi wisata baru di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Wisata alam ini baru dibuka pada 2020 lalu, seperti dikutip dari Kompas.com (25/01/2022). Nama Bukit Jamur diambil dari pohon cemara di sekitar lokasi yang daunnya dibentuk menyerupai jamur.
Beberapa pohon cemara tersebut memiliki pohon yang pendek, serta tampak berjajar rapi di sekitar lokasi wisata.
Panorama pohon cemara yang dibentuk menyerupai jamur tersebut merupakan spot foto favorit para pengunjung. Selain pepohonan cemara, pilihan spot foto menarik lainnya adalah kebun teh.
Wisatawan bisa menyusuri kebun teh melalui jembatan kayu di atasnya. Bukit Jamur Ciwidey berada di Desa Sugihmukti, Kec. Pasirjambu, Kabupaten Bandung
Ciwalini Ciwidey tak diragukan lagi adalah surga bagi obyek wisata pemandian air panas. Wisatawan bisa mengunjungi pemandian air panas Ciwalini yang berlokasi di jalan Raya Ciwidey-Patengan, Rancabali, Kabupaten Bandung.
Daya tarik tempat wisata ini adalah berada kaki gunung sehingga memiliki udara sejuk. Selain itu, obyek wisata ini dikelilingi dengan perkebunan teh. Jadi, sembari berendam kamu bisa menikmati pemandangan asri. Terdapat dua kolam air panas di lokasi ini, yakni kolam umum dan kolam khusus bagi pengunjung yang menginginkan suasana lebih privat.
Barusen Hills menawarkan paket wisata komplit dalam satu kawasan. Wisatawan bisa mengabadikan momen di berbagai spot selfie yang instagramable, seperti dikutip dari Kompas.com (15/11/2020).
Salah satu spot favorit pengunjung adalah taman bunga yang berbentuk simbol love, bernama Barusen Garden.
Fasilitas lainnya adalah wahana bermain anak, kolam renang, kantin, dan lainnya. Bagi wisatawan yang ingin bermalam, Barusen Hills menawarkan beberapa macam penginapan mulai dari camping, glamping, cottage, dan vila.
Obyek wisata ini menawarkan pengalaman bermain di waterpark dengan aneka wahana. Menariknya, air di waterpark ini diambil dari sumber air panas alami sehingga anak-anak tidak akan kedinginan.
Setelah puas bermain wahana air, wisatawan bisa menginap di resort yang berada dalam satu kawasan. Mengutip dari situs Ciwidey Valley, terdapat tiga akomodasi pilihan bagi tamu, yakni hotel, camping, glamping, dan cottage.
Semua penginapan tersebut berada di kawasan lembah Ciwidey yang memiliki udara sejuk. Desain bangunan hotel hingga cottage didominasi kayu sehingga menguatkan unsur alam. Lokasinya berada di Jalan Barutunggul KM. 17 Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Danau atau Situ Patenggang ini menawarkan panorama alam danau berkelindan dengan hutan serta perkebunan teh.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)(TribunJabar.id)