Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Minimnya jumlah peserta didik baru menjadi alasan utama Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggabungkan tiga sekolah dasar negeri, yakni SDN 04, SDN 08, dan SDN 16 Kota Serang, menjadi satu sekolah dengan nomenklatur SD Negeri 04 Kota Serang.
Ketiga sekolah tersebut berada di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.
Kebijakan yang mulai berlaku pada tahun ajaran 2026/2027 itu diharapkan mampu meningkatkan efektivitas layanan sekaligus kualitas pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan rendahnya jumlah siswa membuat penyelenggaraan pendidikan, termasuk pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), menjadi kurang optimal.
Oleh karena itu, penggabungan sekolah dinilai sebagai solusi agar layanan pendidikan lebih efektif.
"Kalau jumlah siswanya sedikit, penggunaan anggaran BOS juga kurang efektif. Dengan penggabungan ini layanan pendidikan menjadi lebih optimal, termasuk untuk kebutuhan guru honorer dan proses pembelajaran," kata Nuri, Sabtu (11/7/2026).
Nuri menyampaikan kekurangan peserta didik memang menjadi salah satu faktor utama yang melatarbelakangi kebijakan merger tersebut.
"Iya, salah satunya karena kekurangan siswa. Tetapi tujuan utamanya juga meningkatkan kualitas dan pelayanan pendidikan," katanya.
Ia menjelaskan kebijakan merger juga didasarkan pada usulan kepala sekolah yang telah diajukan sejak 2021 karena terus menurunnya jumlah peserta didik baru.
Selain itu, ketiga sekolah berada dalam satu kawasan sehingga lebih efektif apabila dikelola dalam satu manajemen.
"Dengan dikeluarkannya surat keputusan Pak Wali Kota, proses layanan yang lebih efektif dan efisien sedang kita lakukan. Alhamdulillah, kelas 1 sekarang sudah berjumlah 54 siswa hasil penggabungan dari tiga sekolah. Jadi sangat efektif," ucap Nuri.
Baca juga: Terancam Putus Sekolah, Kakak Beradik di Kota Serang Gantungkan Harapan pada Sekolah Rakyat
Selain memastikan administrasi merger berjalan sesuai ketentuan, Dindikbud juga menyiapkan sarana dan prasarana, termasuk ruang kelas dan kesiapan tenaga pendidik.
"Kita juga menyiapkan ruang kelasnya. Guru-guru sudah bersiap semua. Mudah-mudahan ini menjadi sekolah yang teduh dan menjadi sekolah favorit bagi masyarakat Benggala dan sekitarnya," ujarnya.
Setelah penggabungan, seluruh siswa akan belajar di bawah nama SD Negeri 4 Kota Serang dengan total 375 peserta didik.
Rincian Jumlah Peserta Didik
Pemkot Serang juga akan membuka akses antar bangunan sekolah yang sebelumnya terpisah agar menjadi satu kawasan pendidikan terpadu.
"Kita sedang berkonsultasi dengan bagian aset. Bangunan yang menutup akses akan dibongkar sehingga nanti menjadi satu kawasan pendidikan yang terhubung," ungkap Nuri.
Sementara itu, Kepala SDN 8 Kota Serang, Nurjaemah, mengungkapkan penurunan jumlah siswa telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi perubahan pemahaman masyarakat mengenai sistem zonasi serta bertambahnya jumlah sekolah swasta di kawasan Benggala.
"Awalnya banyak orang tua mengira zonasi berdasarkan sekolah asal ke SMP. Setelah dipahami bahwa zonasi berdasarkan domisili, ditambah penduduk usia sekolah di Benggala semakin sedikit dan banyak berdiri SD swasta, jumlah siswa yang mendaftar ke sini terus menurun," katanya.
Nurjaemah mengatakan usulan merger pertama kali diajukan pada 2021 dan kembali diusulkan pada 2022, namun baru terealisasi pada 2026 setelah tiga kepala sekolah kembali menyampaikan usulan kepada Kepala Dindikbud Kota Serang.
"Alhamdulillah Pak Kadis langsung merespons dan memprioritaskan usulan ini. Akhirnya pada 25 Juni 2026 SK merger ditandatangani oleh Bapak Walikota Serang," ucap Nurjaemah.