Putus Mata Rantai Stunting di Kalangan Remaja, Pemkab Indramayu Targetkan Skrining Anemia 77 Persen
Dwi Yansetyo Nugroho July 11, 2026 04:11 PM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu berkomitmen menutus mata rantai stunting di kalangan remaja melalui intervensi kesehatan yang terukur.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bapperida Kabupaten Indramayu, Suhartati, mengatakan, penanganan stunting tidak bisa hanya bersandar pada intervensi spesifik di bidang medis.

Menurut dia, pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektoral termasuk sektor non-kesehatan sebagai intervensi sensitif, misalnya, melalui pembenahan sanitasi, ketahanan pangan keluarga, dan lainnya.

Baca juga: Butuh Rp 3 Miliar, Alun-alun Pataraksa Kabupaten Cirebon Mulai Dibenahi, Begini Kondisinya


"Salah satu langkah untuk menekan angka stunting di Indramayu melalui target skrining anemia pada kalangan ibi hamil dan remaja putri mencapai 77 persen," kata Suhartati dalam Rapat Evaluasi Data Intervensi Spesifik dan Sensitif Bidang Kesehatan Triwulan II 2026 yang digelar secara daring, Sabtu (11/7/2026).

Karenanya, pada triwulan ketiga tahun ini Pemkab Indramayu bakal mendorong tingkat kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di kalangan remaja putri di sekolah maupun ibu hamil di posyandu demi mengejar target skrining anemia tersebut.

Ia mengatakan, Pemkab Indramayu juga telah menetapkan tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada kalangan remaja putri yang dipatok mencapai 67 persen, dan ibu hamil 70 persen pada triwulan ketiga 2026.

Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam Hari Ini Sabtu 11 Juli 2026, di Cirebon dan Kuningan 1 Gram Dijual Segini


Selain itu, pihaknya pun bakal mengoptimalkan langkah-langkah intervensi untuk memastikan kecukupan nutrisi dan kesehatan ibu hamil di Kabupaten Indramayu demi mencegah lahirnya bayi stunting.

"Pemkab Indramayu menargetkan cakupan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali dapat menyentuh angka 82 persen, dan memprioritaskan pemberian ASI eksklusif secara penuh bagi bayi usia di bawah 6 bulan hingga 76 persen," ujar Suhartati.

Ia menyampaikan, rapat itu pun turut menyepakati beberapa langkah konkret meliputi pengadaan alat cek Hb, digitalisasi pelaporan gizi terintegrasi melalui aplikasi Satu Sehat dan Sigizi Terpadu, hingga program Aksi Bergizi gerakan minum TTD bersama di sekolah.

Baca juga: Butuh Rp 3 Miliar, Alun-alun Pataraksa Kabupaten Cirebon Mulai Dibenahi, Begini Kondisinya


Selain itu, program penunjang yang bakal digencarkan, di antaranya, penyediaan Unit Pengolahan Setempat (Septic Tank), pembangunan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), budidaya ikan untuk meningkatkan ketersediaan konsumsi keluarga, dan lainnya.

"Melalui evaluasi berkala ini, kami optimistis dapat mewujudkan visi Kabupaten Inrramayu yang bersih, sehat, dan bebas stunting demi masa depan generasi penerus yang lebih baik," kata Suhartati.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.