Kapan 1 Safar 2026? Apakah Pemerintah dan NU Kembali Berbeda? Berikut Penjelasannya
Lisma Noviani July 11, 2026 05:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kapan 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada kalender Masehi 2026? Pertanyaan ini mulai banyak dicari umat Islam menjelang berakhirnya bulan Muharram.

Hal ini tidak lepas dari adanya perbedaan penetapan 1 Muharram 1448 H antara pemerintah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pemerintah melalui Kalender Hijriah Indonesia 2026 menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Penetapan tersebut juga sejalan dengan kalender yang digunakan Muhammadiyah.

Sementara itu, Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 karena hasil rukyatul hilal menunjukkan hilal tidak berhasil terlihat sehingga bulan Dzulhijjah disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).

Lalu, bagaimana dengan awal bulan Safar? Kapan 1 Safar 2026?

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah:

Versi Pemerintah/Kementerian Agama dan Muhammadiyah, 1 Safar 1448 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 15 Juli 2026.

Versi PBNU, karena awal Muharram dimulai sehari lebih lambat, maka 1 Safar 1448 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026, apabila umur Muharram berjumlah 29 hari.

Dengan demikian, potensi perbedaan satu hari masih mungkin terjadi, mengikuti perbedaan awal Muharram yang telah terjadi sebelumnya.

Meski demikian, kepastian awal Safar tetap bergantung pada hasil rukyatul hilal dan keputusan resmi dari masing-masing otoritas yang berwenang.

Perbedaan tersebut terjadi karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.

Pemerintah menggunakan kombinasi hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal) sesuai kriteria MABIMS, sedangkan PBNU menetapkan awal bulan berdasarkan hasil rukyatul hilal dengan prinsip istikmal apabila hilal tidak berhasil terlihat.

Perbedaan seperti ini merupakan bagian dari khazanah fikih Islam dan telah berlangsung sejak lama.

Walaupun awal Muharram berbeda satu hari, awal Safar masih dapat kembali sama apabila pada akhir Muharram hasil rukyat dan perhitungan astronomi menghasilkan keputusan yang sama.

Karena itu, umat Islam dianjurkan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah maupun organisasi keagamaan yang diikuti.

Bulan Safar Bukan Bulan Sial

Di tengah masyarakat masih berkembang anggapan bahwa Safar merupakan bulan sial. Padahal keyakinan tersebut berasal dari tradisi Arab pada masa jahiliah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung hantu pembawa sial, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi penegasan bahwa Islam tidak mengenal adanya bulan yang membawa kesialan. Yang menentukan baik dan buruk hanyalah ketetapan Allah SWT, bukan waktu atau bulan tertentu.

Doa Memasuki Bulan Safar

Meski tidak ada doa khusus yang diwajibkan saat memasuki bulan Safar, para ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak doa memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Dikutip dari NU Online, salah satu doa memasuki bulan Safar termuat dalam kitab Mandzumah Syarhil Atsar fi Ma Warada'an Syahris Shafar karya Habib Abu Bakar Al-'Adni.

Doa Bulan Safar

Bismillahirrahmanirrahim, wa shallallahu ta'ala 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

A'udzu billahi min syarri hadzaz zaman wa ahlihi, wa as'aluka bi jalalika wa jalali wajhika wa kamali jalali qudsika an tujirani wa walidayya wa ahli wa ahbabi wa ma tuhithuhu syafaqatu qalbi min syarri hadzas sanati, wa qini syarra ma qhaddaita fiha,

Washrif 'anni syarra syahri Shafar, ya Kariman nazhar, wakhtim li fi hadzas syahri wad dahri bis salamati wal 'afiyati li wa liwalidayya wa auladi wa li ahli wa ma tahuthuhu syafaqatu qalbi wa jami'il muslimin, wa shallallahu ta'ala 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Arti Doa:

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.

Aku berlindung kepada Allah dari keburukan zaman ini dan orang-orang yang memiliki keburukan itu. Aku memohon dengan keagungan-Mu agar Engkau melindungiku, kedua orang tuaku, keluargaku, orang-orang yang aku cintai, serta seluruh kaum Muslimin dari berbagai keburukan.

Palingkanlah dariku keburukan di bulan Safar dan akhirilah bulan ini dengan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan bagi kami semua. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya."

Berdasarkan kalender Hijriah yang berlaku saat ini, 1 Safar 1448 H diperkirakan jatuh pada 15 Juli 2026 menurut Pemerintah dan Muhammadiyah, sedangkan versi PBNU berpotensi jatuh pada 16 Juli 2026 karena sebelumnya terdapat perbedaan penetapan awal Muharram.

Namun, umat Islam tetap dianjurkan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah maupun organisasi keagamaan masing-masing, sebab penetapan awal bulan Hijriah didasarkan pada hasil hisab dan rukyatul hilal yang dilakukan menjelang pergantian bulan.

Terlepas dari perbedaan tersebut, bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan. Sebaliknya, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, amal saleh, dan tawakal kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan.

Demikian penjelasan singkat  tentang Kapan 1 Safar 2026, semoga bermanfaat. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: 15 Prompt AI Hari Pajak Nasional 2026 untuk Spanduk, Banner hingga Poster: Kritis tapi Membangun

Baca juga: Sejarah dan Tema Hari Harapan Internasional 12 Juli 2026: Ketika Harapan Menjadi Hak Setiap Manusia

Baca juga: 4 Contoh Teks Doa Upacara Bendera Perdana Tahun Ajaran Baru 2026/2027 Jenjang TK, SD, SMP dan SMA

Baca juga: Doa Masuk Sekolah: Doa yang Dibaca Orang Tua dan Anak serta Doa Guru di Awal Tahun Ajaran Baru

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.