Sehari Terjadi 5 Kebakaran, Damkar Tulungagung Pontang-panting Padamkan Api
Rendy Nicko July 11, 2026 05:49 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Hari Jumat (10/7/2026) kemarin menjadi hari yang berat untuk personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung.

Mereka harus menangani 5 lokasi kebakaran yang berbeda sejak sekitar pukul 13.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB.

Karena kebakaran yang sambung-menyambung di banyak lokasi, personel Damkar pontang-panting menjangkau lokasi.

“Ini yang terbanyak jumlah kebakaran dalam 1 hari di tahun ini,” ucap Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Bambang Pidekso.

Baca juga: Pekerjaan Fisik Belum Selesai, Jadwal Kegiatan MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar Mundur 

Kejadian pertama di sebuah rumah warga di Lingkungan 10 Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut.

Satu mobil Damkar di Pos Bantu Ngunut bisa dengan cepat ke lokasi, sebelum datang bantuan dari kantor pusat.

Selesai dari Ngunut, datang laporan ada kebakaran di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang.

“Dari Ngunut kami langsung ke Tiudan. Ternyata barongan ori (rimbun bambu ori), khawatir merembet ke permukiman,” ungkap Bambang.

Selesai dari Tiudan, masih di tengah jalan ada laporan kebakaran di sebuah rumah warga di Desa Bangunjaya, Kecamatan Pakel.

Iring-iringan mobil Damkar segera menuju ke lokasi tanpa balik ke mako.

Namun gerak mobil pemadam ini sempat terhambat portal jalan di simpang 3 Polsek Kalangbret.

“Sebenarnya kami dikasih kunci portalnya, tapi kami kan dari lapangan langsung ke lokasi berikutnya. Akhirnya portalnya diangkat ramai-ramai agar mobil bisa lewat,” jelas Bambang.

Sempat balik ke Mako, ada laporan ke-4, kebakaran di hutan wilayah Desa Notorejo, Kecamatan Gondang.

Regu pemadam yang meluncur ke lokasi sempat salah menerima informasi, lokasi kebakaran kebun tebu di Desa Balerejo, Kecamatan Kauman.

Mereka akhirnya putar menuju ke Desa Notorejo seperti laporan awal.

Dari Desa Notorejo, personel Damkar sempat kembali ke Mako untuk ganti personel.

“Pergantian personel setiap jam 7 malam. Saat itu datang laporan kebakaran hutan di Kalidawir, dekat dengan bangunan SD,” tutur Bambang.

Regu Damkar kembali diluncurkan ke lokasi untuk mencegah api merembet ke bangunan sekitarnya.

Seluruh rangkaian pemadaman ini selesai sekitar pukul 21.30 WIB.

Manajemen Armada

Diakui Bambang, saat terjadi kebakaran beruntun, diperlukan manajemen armada pemadam.

Dengan 3 armada, maka ada satu armada yang disiagakan dalam kondisi penuh, sementara dua lainnya difungsikan.

Selesai pemadaman, armada yang diaga diterjunkan ke lokasi berikutnya, sementara yang lain melakukan pengisian.

“Proses pengisian kurang dari 15 menit. Kami sempat mengisi di sungai untuk mempercepat waktu,” tambahnya.

Dari lima kejadian ini, kebakaran di Desa Bangunjaya yang paling parah, karena menghanguskan dapur dan kandang kambing beserta 4 ekor kambing di dalamnya.

Kebakaran ini berasal dari pembakaran sampah di area kandang yang tidak diawasi sehingga merembet.

Sementara di Desa Ngunut, kebakaran disebabkan oleh korsleting arus listrik.

Untuk kebakaran hutan, Bambang menjelaskan, kondisi hutan di Indonesia bisa terbakar jika ada petir atau gunung meletus.

Baca juga: Kasus Kekerasan Perempuan Tercatat UPT PPA Ada 5 Kasus, Didominasi KDRT

Kebakaran alami akibat panas tinggi sangat sulit terjadi.

Sebab itu, 99 persen kebakaran hutan karena faktor kesengajaan dan kelalaian.

Faktor kesengajaan, misalnya untuk membuka lahan atau sengaja dibakar agar rumput yang kelak tumbuh menjadi bagus.

“Kalau kelalaian, misalnya membuang puntung rokok, atau membuat api di area hutan,” pungkasnya. 

(David Yohanes/TribunMataraman.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.