BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARBARU - Cabang olahraga bela diri Savate mulai memperkuat eksistensinya di Kalimantan Selatan setelah resmi bergabung di bawah naungan KONI Kalsel.
Pengurus kini fokus memperluas kepengurusan daerah sekaligus menyiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2029 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Ketua Umum Persatuan Savate Indonesia (PSI) Kalimantan Selatan, Dr. Johan Amin atau yang akrab disapa Bang Jo, mengatakan saat ini Savate telah memiliki kepengurusan di sejumlah kabupaten dan kota di Banua.
"Sudah ada sekitar enam daerah yang memiliki kepengurusan, Banjarbaru sedang dalam proses melengkapi administrasi dan kami optimistis dalam waktu dekat semuanya selesai," ujarnya, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga: HSU Resmi Tuan Rumah Porprov Kalsel 2029, Bupati Sahrujani Akui Tak Pasang Target Juara Umum
Menurutnya, kehadiran Savate di Kalsel tidak hanya untuk menambah pilihan cabang olahraga bela diri, tetapi juga memberikan warna baru dalam pembinaan atlet prestasi di bawah KONI.
Lebih jauh, Bang Jo Savate mengatakan olahraga bela diri yang berasal dari Prancis ini sekilas memiliki kemiripan dengan kickboxing karena mengandalkan teknik pukulan dan tendangan.
"Pertarungannya menggunakan tangan dan kaki seperti bela diri lainnya, tetapi atlet wajib memakai sepatu khusus. Aspek keselamatan menjadi salah satu perhatian utama dalam Savate," jelasnya.
Johan menyebut perkembangan Savate di daerah berjalan cukup baik. Sejumlah kabupaten dan kota telah membentuk kepengurusan, di antaranya Hulu Sungai Utara, Banjarbaru, Balangan, Hulu Sungai Tengah, dan Tanah Laut.
PSI Kalsel menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh daerah agar pembinaan atlet dapat dilakukan lebih merata.
"Kami ingin Savate menjadi salah satu cabang olahraga bela diri yang berkembang di seluruh Kalsel," katanya.
Baca juga: Pemko Banjarbaru Pastikan Bonus Atlet yang Mengharumkan Banjarbaru di Porprov Kalsel 2025 Dibayarkan
Dalam upaya memperkenalkan olahraga tersebut kepada masyarakat, PSI Kalsel saat ini masih menggandeng komunitas dan klub-klub bela diri yang sudah lebih dulu berkembang.
"Kami berencana berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengenalkan Savate di sekolah-sekolah. Dari sana diharapkan lahir atlet-atlet yang nantinya bisa dipersiapkan untuk berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat daerah hingga provinsi," jelasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)