TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan regenerasi petani menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi sektor pertanian saat mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI dalam Kunjungan Kerja Spesifik sekaligus Panen Raya Padi di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, sinergi pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar pertanian tetap menjadi sektor yang diminati generasi muda.
Di hadapan jajaran Komisi IV DPR RI, Kementerian Pertanian, Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian, hingga gabungan kelompok tani, Hamenang menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Klaten menjaga sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional.
"Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini terus berlanjut. Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis industri pertanian di Kabupaten Klaten akan semakin berkembang dan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian," katanya.
Hamenang menjelaskan, Klaten selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Tengah melalui Beras Delanggu dan varietas Rojolele. Di tengah perkembangan sektor pariwisata dan pembangunan, pemerintah daerah tetap menjaga keberadaan lahan pertanian melalui penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) guna mengendalikan alih fungsi lahan.
Ia memaparkan, luas baku sawah di Kabupaten Klaten mencapai 29.670 hektare. Pada 2026, luas panen ditargetkan mencapai 67.303 hektare dengan target produksi gabah kering sebanyak 370.426 ton. Sementara target luas tambah tanam padi sebesar 99.401 hektare, yang hingga kini telah terealisasi 87.023 hektare.
Khusus di Desa Wonosari, panen raya dilakukan pada hamparan seluas 30 hektare dari total areal persawahan desa sekitar 106,8 hektare.
Salah satu keunggulan pertanian Klaten, lanjut Hamenang, ialah kemampuan petani melakukan panen hingga tiga kali setahun dengan pola tanam yang dikombinasikan antara padi, palawija, dan tembakau untuk menekan serangan hama sekaligus meningkatkan produktivitas.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hiediati Hariyadi yang akrab disapa Titiek Soeharto mengapresiasi capaian produktivitas pertanian Klaten yang dinilai mampu menghasilkan lebih dari 10 ton gabah per hektare.
"Selamat kepada para petani di Kabupaten Klaten. Semoga panen raya hari ini membawa berkah bagi para petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional."
"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para petani, penyuluh, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh pihak yang selama ini bekerja bersama," ungkap Titiek.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani berupa drone pertanian, hand sprayer, pupuk sebanyak 108 ton, pompa air, timbangan digital, serta berbagai sarana dan prasarana pertanian lainnya.
Saat kegiatan tampak para peserta mengikuti panen raya di hamparan sawah Wonosari, menyaksikan demonstrasi alat pertanian modern, serta berdialog langsung dengan petani penerima bantuan. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)