‘Saya Ingin Tetap Bermain’ - Thibaut Courtois Jelaskan Kepergiannya yang Penuh Air Mata Saat Digantikan Senne Lammens Sebelum Gol Penentu Spanyol di Perempat Final
Hendra Wijaya July 11, 2026 08:51 PM

Thibaut Courtois mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah cedera otot paha yang dialaminya memaksanya keluar dari laga perempat final Piala Dunia yang berakhir tragis bagi Belgia melawan Spanyol. Penjaga gawang Real Madrid itu meninggalkan lapangan dengan berlinang air mata sebelum penggantinya, Senne Lammens, melakukan kesalahan fatal di menit-menit akhir yang membuat Mikel Merino memastikan kemenangan 2-1 untuk Spanyol.

Cedera otot paha Courtois

Kiper utama Belgia itu terpaksa ditarik keluar pada babak kedua akibat cedera otot paha dalam laga perempat final Piala Dunia melawan Spanyol. Penjaga gawang berusia 34 tahun itu sempat mencoba melanjutkan permainan, namun akhirnya harus meninggalkan lapangan pada menit ke-71 dengan tangisan. Masuknya Lammens sebagai pengganti justru menjadi titik balik yang merugikan, karena kegagalannya mengamankan tembakan Pau Cubarsi membuat Merino memanfaatkan peluang tersebut untuk mencetak gol kemenangan Spanyol 2-1 di Los Angeles.

Penjelasan Courtois soal keputusan pergantian

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Courtois menjelaskan kronologi cedera yang ia alami. Meski merasa masih mampu bertahan di bawah mistar untuk membantu pertahanan, kiper veteran tersebut menerima keputusan pelatih Rudi Garcia yang memilih untuk tidak mengambil risiko lebih lanjut di sisa laga.

Courtois berkata: “Sungguh disayangkan harus keluar. Ini pertandingan yang spesial. Saya merasa baik. Saya sudah melakukan dua tendangan gawang. Pada tendangan kedua, saya merasakan sedikit nyeri di otot paha. Saya memberi tahu mereka bahwa saya tidak bisa lagi menendang bola jauh.”

“Saya sebenarnya masih bisa tetap di gawang. Tetapi pelatih mengatakan akan menggantikan saya jika saya tidak merasa 100 persen fit. Saya ingin terus bermain di luar sana, tapi kemudian dia memutuskan untuk mengganti saya. Tidak masalah, tim tetap menjadi yang utama.”

Membela rekan setelah kesalahan

Kekalahan tersebut terasa lebih menyakitkan karena Lammens, yang baru tampil ketiga kalinya di level internasional, melakukan kesalahan yang berakibat langsung pada gol kemenangan Spanyol di menit ke-88. Meski demikian, Courtois segera menunjukkan kepemimpinannya dengan memberikan dukungan moral kepada rekan setimnya itu di ruang ganti.

Mantan penjaga gawang Chelsea tersebut juga menegaskan bahwa seluruh skuad harus tetap bangga setelah berhasil memecahkan rekor pertahanan luar biasa milik juara Eropa itu selama turnamen.

Courtois memberikan pembelaan penuh untuk Lammens: “Sayang sekali Senne tidak bisa menahan bola itu. Kami langsung memberinya pelukan setelah pertandingan. Senne adalah penjaga gawang yang hebat. Ini memang pahit, tapi momen seperti ini membuatmu lebih kuat. Kami harus bangga. Kami adalah satu-satunya tim yang bisa mencetak gol melawan Spanyol, salah satu favorit utama.”

Ia juga menyinggung masa depannya di tim nasional: “Saya benar-benar menikmati pengalaman di turnamen ini bersama tim. Saya senang. Kita akan lihat nanti. Bersama pelatih dan Vincent [Mannaert], saya harus membuat keputusan.”

Masa depan Setan Merah yang tidak pasti

Cedera Courtois menambah panjang daftar pemain Belgia yang mengalami masalah, setelah sebelumnya Amadou Onana dan Youri Tielemans juga harus mengakhiri perjalanan turnamen mereka lebih awal selama kampanye di Amerika Utara. Skuad asuhan Garcia kini harus pulang dengan penyesalan mendalam sekaligus menghadapi ketidakpastian terkait masa depan beberapa pemain senior jelang jeda internasional berikutnya.

Sementara itu, penjaga gawang Los Blancos tersebut dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis intensif setibanya di klubnya untuk menilai tingkat keparahan cedera ototnya sebelum dimulainya pramusim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.