Melonjak 151 Persen, Realisasi Investasi OKI Tembus Rp12,39 Triliun Dipicu Sektor Industri dan Tol
tarso romli July 11, 2026 09:27 PM

 

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG — Iklim investasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, kian memikat mata para pemodal. Sepanjang tahun 2025, realisasi penanaman modal di wilayah berjuluk Bumi Bende Seguguk ini sukses mencatatkan rekor impresif yang jauh melampaui target awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Berdasarkan target investasi tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp8 triliun, realisasinya justru meroket tajam hingga menyentuh angka Rp12,39 triliun.

Capaian fantastis tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 151 persen dari proyeksi target awal pemerintah daerah.

Lonjakan dana segar itu didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang menyumbang sebesar Rp9,27 triliun.

Disusul oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,11 triliun, serta kontribusi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) senilai Rp34 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) OKI, Endang Kartika Hardiyana, melalui Kabid Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal, Jerry Hansen, membenarkan derasnya arus modal masuk ke sektor-sektor unggulan di OKI.

"Untuk sektor PMA, kontribusi terbesar bersumber dari PT OKI Pulp & Paper Mills yang menyerap investasi senilai Rp9,23 triliun. Angka ini memegang porsi dominan, yakni mencapai 90 persen dari total keseluruhan investasi asing," ujar Jerry Hansen saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026) siang.

Selain industri kertas dan tisu raksasa tersebut, investasi PMA juga mengalir ke sektor perkebunan kelapa sawit sebesar Rp34 miliar serta sektor Hutan Tanaman Industri (HTI) dari tiga korporasi senilai Rp6 miliar.

Di sisi lain, gairah pergerakan investasi dalam negeri (PMDN) di Kabupaten OKI tidak kalah kompetitif dengan realisasi Rp3,11 triliun.

Jerry membeberkan bahwa sebaran PMDN ini sangat bervariasi dan menyentuh sejumlah sektor vital.

"Mulai dari perkebunan nasional, peternakan, konstruksi, retail pasar modern, properti, hingga jasa telekomunikasi. Termasuk juga di sektor perhubungan, keberadaan pembangunan infrastruktur jalan tol oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menyumbang angka investasi hingga Rp287 miliar. Ada pula investasi pabrik amunisi pertahanan senilai Rp26 miar," urai Jerry.

Melihat tingginya animo penanaman modal tersebut, Pemerintah Kabupaten OKI langsung menaikkan standar dengan mendongkrak target investasi tahun 2026 menjadi Rp12 triliun.

Pihak DPMPTSP optimistis target baru ini akan mudah terlampaui mengingat tren positif masih terus berlanjut.

"Berdasarkan data Triwulan I Tahun 2026 (periode pelaporan Desember 2025 hingga April 2026), realisasi investasi saat ini sudah menembus angka Rp3,29 triliun. Rinciannya, PMA yang masuk sebesar Rp1,21 triliun dan PMDN telah mencapai Rp2,08 triliun," bebernya.

Hingga pertengahan tahun ini, sedikitnya ada 19 perusahaan modal asing berskala besar yang kokoh beroperasi di wilayah hukum Kabupaten OKI.

"Sektor industri manufaktur memang masih menjadi tulang punggung, namun sektor perdagangan, perkebunan, dan peternakan juga menunjukkan kurva pertumbuhan yang sangat sehat," pungkas Jerry.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.