TRIBUNBENGKULU.COM - dr Ayu Kusuma Ningrum menjadi sorotan publik usai komentarnya soal Amanda Zahra viral di media sosial.
Mulanya dr Ayu menyinggung penampilan Amanda.
Dalam unggahannya, dr Ayu mempertanyakan penampilan Amanda yang dinilainya terlalu terbuka.
"Dia baru nikah btw, suaminya itu gapapa banget ya daerah sensitif istrinya itu ditonjolkan dan ditonton ramai ramai untuk memanjakan mata para lelaki. Kalo kata pemujanya sih 'dih iri aja lu' 'dia kan ga maksud gitu'," tulis dr Ayu, dikutip Sabtu (11/7/2026).
Unggahan tersebut lantas menuai beragam respons.
"Udah yaa dok bekerja sesuai etik kedokteran aja jangan nyenggol sana sini,"
"Ngomongnya dah kaya artis ftv,"
"Beda kalau dokter yang ini mah sering edukasi bukan malah body shaming,"
Tulis netizen dengan beragam reaksi.
Setelah unggahan dr Ayu itu viral, Amanda Zahra pun angkat bicara melalui Instagram Story miliknya.
Amanda mengaku kecewa karena komentar itu datang dari seorang dokter kecantikan. Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi pelanggan di klinik tempat dr Ayu bekerja.
"Sebagai pasien dan customer pasti ga nyaman banget kan mau treatment di klinik kecantikan biar lebih cantik, terus gataunya dokternya suka publicly shaming orang yang treatment dan dikatain 'muka unoriginal' di public account yang bahkan di bionya dan profile picturenya jelas kerja di mana," tulis Amanda.
Sehari setelah namanya menjadi sorotan, dr Ayu Kusuma Ningrum akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi melalui sebuah video yang diunggah di media sosial.
"Saya dr Ayoko Sumaningrum ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan keresahan yang telah saya timbulkan melalui unggahan dan komentar yang saya tuliskan di media sosial kepada saudari Amanda Zahra," ujarnya dikutip dari Instagram pribadinya, Sabtu (11/7/2026).
Tak hanya kepada Amanda Zahra, dr Ayu juga meminta maaf kepada keluarga Amanda Zahra, keluarganya sendiri, rekan-rekan dokter, keluarga besar RH Management, hingga masyarakat yang ikut terdampak oleh polemik tersebut.
Dalam klarifikasinya, dr Ayu mengakui bahwa kata-kata kasar dan ujaran kebencian yang sempat dituliskannya dilandasi oleh asumsi serta emosi pribadi.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh unggahan tersebut dibuat atas kesadarannya sendiri dan tidak mewakili profesi kedokteran, tempatnya bekerja, organisasi profesi, maupun pihak lain.
"Saya mengakui bahwa seluruh pernyataan termasuk kata-kata kasar maupun ujaran kebencian yang merendahkan penampilan perempuan lain maupun perempuan yang menjalankan perawatan kecantikan, semua ini didasari oleh asumsi dan emosi saya pribadi," katanya.
Menurut dr Ayu, apa yang dilakukannya tidak mencerminkan nilai moral, etika, maupun ajaran yang diberikan orang tuanya.
Ia pun menyadari tindakannya telah memicu berbagai reaksi di tengah masyarakat.
"Saya memahami bahwa apa yang saya lakukan sangat-sangat tidak pantas dan tidak sesuai dengan kode etik serta nilai-nilai yang harus saya junjung sebagai seorang dokter," ucapnya.
Atas tindakannya itu, dr Ayu mengaku siap menerima seluruh konsekuensi yang muncul dan menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan tanggung jawab pribadinya.
Melalui video yang sama, dr Ayu berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial ke depannya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan masalah tersebut dengan rekan sejawatnya di RH Management maupun profesi kedokteran secara umum.
Selain itu, dr Ayu memohon agar warganet menghentikan komentar dan serangan negatif yang ditujukan kepada keluarga serta rekan-rekannya karena mereka tidak memiliki keterlibatan dalam polemik tersebut.
Di akhir pernyataannya, dr Ayu kembali menyampaikan permintaan maaf kepada Amanda Zahra, keluarga, rekan sejawat, RH Management, dan seluruh masyarakat Indonesia.