Tahap awal difokuskan pada kajian jalur Aceh–Besitang sepanjang sekitar 380 kilometer guna menghubungkan jaringan rel di Sumatera bagian utara.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mempersiapkan langkah awal pembangunan jaringan Kereta Trans Sumatera yang dirancang menghubungkan Provinsi Aceh hingga Lampung.
Proyek berskala nasional tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menekan tingginya biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan bagi daya saing ekonomi Indonesia.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, pengembangan jaringan kereta di Pulau Sumatera merupakan arahan Presiden Prabowo untuk mendukung pemerataan pembangunan ekonomi melalui transportasi berbasis rel.
Menurutnya, keberadaan jalur kereta yang terintegrasi akan mempercepat distribusi barang maupun mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera.
Ia menjelaskan, biaya logistik Indonesia hingga kini masih tergolong tinggi dibandingkan sejumlah negara lain.
Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap harga barang serta daya saing produk nasional di pasar domestik maupun internasional.
Baca juga: Korupsi Jalur Kereta Api Sumut-Aceh, Eks Dirjen Kemenhub Prasetyo Tetap Divonis 7,5 Tahun Penjara
"Kalau kita lihat, biaya logistik Indonesia itu masih sangat tinggi. Terhadap produk, biaya tersebut bahkan bisa mencapai sekitar 30 persen dari harga pokok,” katanya.
“Kondisi ini tentu menjadi tantangan yang harus kita selesaikan agar Indonesia semakin kompetitif," ujar Bobby saat berbincang dengan wartawan dalam perjalanan Kereta Wisata dari Yogyakarta menuju Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Sebagai langkah awal, PT KAI akan memprioritaskan kajian pembangunan jalur rel yang menghubungkan Aceh dengan Besitang, Sumatera Utara.
Ruas sepanjang kurang lebih 380 kilometer tersebut dipandang sebagai bagian penting dalam menyatukan jaringan kereta api di kawasan utara Pulau Sumatera.
Menurut Bobby, apabila jalur Aceh–Besitang berhasil direalisasikan, maka konektivitas transportasi rel di wilayah utara akan semakin kuat.
Sementara itu, jaringan di Sumatera bagian selatan sudah lebih dahulu berkembang melalui lintasan Lampung–Palembang.
"Yang kami prioritaskan terlebih dahulu adalah menghubungkan Aceh dengan Besitang,” terang Bobby.
Baca juga: Lowongan Kerja di PT KAI Properti Manajemen, Terbuka untuk S1, Ini Syarat dan Link Pendaftaran
“Jika ruas ini tersambung, maka jaringan kereta di Sumatera bagian utara akan semakin terintegrasi,” tutur dia.
“Sedangkan di selatan sudah tersedia jalur Lampung–Palembang, sehingga nantinya tinggal melanjutkan sambungan menuju Jambi hingga Riau," jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan pembangunan Trans Sumatera masih berada pada tahap perencanaan jangka panjang.
Saat ini, pemerintah bersama PT KAI masih fokus menyusun studi kelayakan sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum proyek memasuki tahap konstruksi.
Kajian tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari penentuan trase jalur kereta, kebutuhan pembebasan lahan, analisis dampak pembangunan, hingga penyusunan tahapan pelaksanaan proyek.
"Presiden meminta kami memulai studi terlebih dahulu. Ini merupakan proyek besar yang membutuhkan perencanaan matang, sehingga tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat," katanya.
Dalam rencana pengembangannya, jaringan Kereta Trans Sumatera akan dibangun melalui dua koridor utama, yakni jalur timur dan jalur barat.
Koridor timur menjadi prioritas karena memiliki keterhubungan langsung dengan sejumlah pelabuhan utama yang diproyeksikan menjadi pusat distribusi logistik nasional.
Menurut Bobby, integrasi antara pelabuhan dan jaringan kereta api akan membuat proses distribusi barang menjadi lebih cepat, efisien, dan berbiaya rendah.
Baca juga: 6 Prompt Gemini AI untuk Foto Sinematik di Kereta Api, Hasilnya Real Mirip Pemotretan Profesional
Selain melayani angkutan logistik, jaringan Trans Sumatera juga dirancang mengakomodasi layanan penumpang.
Dengan konsep tersebut, kereta api diharapkan mampu menjadi moda transportasi yang tidak hanya mempercepat arus barang, tetapi juga meningkatkan mobilitas masyarakat antardaerah.
Melalui pengembangan jaringan rel yang menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung, pemerintah berharap tercipta konektivitas yang lebih baik di Pulau Sumatera.
Kehadiran Trans Sumatera juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kawasan-kawasan ekonomi baru, meningkatkan investasi, memperlancar distribusi hasil produksi, serta memperkuat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Sumatera dalam jangka panjang.(*)