Hasil Pendataan BPBD Aceh Utara, Bangunan yang Rusak Akibat Angin Kencang Capai 19 Unit
Mursal Ismail July 12, 2026 01:03 AM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Sebanyak 19 bangunan rumah dan tempat usaha warga mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kecamatan Samudera dan Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara.

Kerusakan yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat.

Berdasarkan hasil pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara hingga Kamis (9/7/2026) pukul 21.00 WIB, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Namun, sejumlah keluarga harus melakukan perbaikan darurat karena atap rumah dan tempat usaha mereka rusak diterpa angin.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Utara, Saifullah, kepada Serambinews.com, Sabtu (11/7/2026) mengatakan bencana terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB ketika hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Samudera dan Kecamatan Meurah Mulia.

Di Kecamatan Samudera, kerusakan tercatat di empat gampong.

Baca juga: BPMA dan Polda Perkuat Pengamanan Objek Vital di WK B Aceh Utara Milik PGE

Masing-masing, di Gampong Teupin Ara, rumah milik Rosyidi (49) yang dihuni lima anggota keluarga mengalami kerusakan berat.

Sekitar 25 lembar seng atap rumah terlepas diterbangkan angin sehingga sebagian besar bangunan terbuka dan rentan dimasuki air hujan.

Di Gampong Blang Pria, rumah milik Mahmudin (50) yang dihuni lima jiwa mengalami kerusakan ringan pada bagian kanopi.

Sementara di Gampong Mancang, dua rumah terdampak. Rumah Halimah (56) yang dihuni tiga orang mengalami kerusakan ringan setelah lima lembar seng atap terlepas.

Sedangkan rumah Yusri (37) juga rusak ringan akibat enam lembar seng beterbangan saat angin kencang melanda.

Kerusakan paling banyak terjadi di Gampong Keude Geudong, dengan 12 bangunan terdampak.

Baca juga: Tekan Pernikahan Dini dan Perceraian, IPARI Aceh Utara Gandeng UIN SUNA Lhokseumawe Bahas Strategi

Rumah milik Husnan (48) mengalami kerusakan berat setelah sekitar 42 lembar seng atap terlepas.

Rumah Aisyah (73) mengalami kerusakan ringan dengan lima lembar seng rusak.

Sedangkan rumah Hamdani (34) mengalami kerusakan sedang akibat sekitar sepuluh lembar seng terlepas dan telah diperbaiki secara darurat oleh pemiliknya.

Selain itu, rumah Hasrinuddin (64), Ulfa Hulilitul Addeni (31), dan Syarifah (95) mengalami kerusakan ringan pada bagian atap berbahan daun rumbia.

Kerusakan juga menimpa sejumlah tempat usaha di kawasan Keude Geudong. Kanopi ruko milik Tarmizi (52), Rizwan (38), dan Junaidi (53) mengalami kerusakan ringan.

Sementara itu, tiga ruko mengalami kerusakan sangat parah. Ruko milik Nurhajimah (51) kehilangan sekitar 30 lembar seng sehingga dikategorikan mengalami kerusakan berat.

Baca juga: Butuh 11 Tahun Pembangunan, PSN Bendungan Krueng Keureuto di Aceh Utara Diresmikan Presiden Prabowo

Kondisi serupa dialami ruko milik Syakirin (35) yang juga kehilangan sekitar 30 lembar seng.

Adapun bangunan milik Hamidah (81) turut mengalami kerusakan berat pada bagian atap sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

Di Kecamatan Meurah Mulia, terdapat tiga bangunan yang terdampak angin kencang.

Rumah milik Abdul Bahri (57) di Gampong Meunasah Ceubek mengalami kerusakan berat. Sementara rumah sekaligus tempat usaha milik Musliadi Amin (48) di Gampong Rheung Bluek mengalami kerusakan ringan.

Adapun tempat usaha milik Idris (50) di Gampong Rayeuk Matang mengalami kerusakan berat akibat terpaan angin.

Saifullah mengatakan, kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan rehabilitasi rumah bagi warga yang bangunannya mengalami kerusakan berat maupun sedang.

Baca juga: Angin Kencang Landa Meurah Mulia Aceh Utara, Dua Bangunan Milik Warga Rusak Atap

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Saat ini masyarakat sudah bergotong royong membersihkan puing-puing dan melakukan perbaikan darurat pada atap rumah serta tempat usaha yang rusak untuk mencegah air hujan masuk ke dalam bangunan," katanya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Utara telah melakukan peninjauan lapangan bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah gampong untuk memastikan kondisi warga sekaligus mendata tingkat kerusakan sebagai dasar penyaluran bantuan.

Selain melakukan pendataan, petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Utara terus memantau perkembangan cuaca di seluruh wilayah kabupaten melalui koordinasi dengan camat, pemerintah gampong, jaringan komunikasi radio, serta laporan masyarakat.

BPBD Aceh Utara mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang disertai angin kencang, dengan memastikan kondisi atap rumah dalam keadaan aman serta menghindari berada di bawah pohon besar atau papan reklame saat cuaca memburuk. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.