Anak Malas Sekolah Setelah Libur Panjang? Psikolog Beberkan Cara Mengembalikan Rutinitas Tanpa Drama
Willem Jonata July 12, 2026 01:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Berakhirnya libur panjang sekolah sering kali memicu "drama" baru di rumah, mulai dari anak yang mengantuk, malas, hingga rewel saat harus kembali ke kelas akibat pola hidup harian yang berubah total.

Menanggapi fenomena ini, Psikolog Klinis RSUP Dr. Kariadi Semarang, Nurul Firdausi, M.Psi., mengingatkan orang tua agar tidak mengubah rutinitas anak secara mendadak tepat pada hari pertama sekolah, melainkan membangun masa transisi tiga hingga empat hari sebelumnya, demi menjaga kestabilan emosi dan kesiapan fisik sang buah hati. 

Baca juga: Anak Menangis di Hari Pertama Sekolah? Begini Sebaiknya Orang Tua Merespons Menurut Psikolog

Umumnya, libur sekolah sering membuat jadwal harian anak berubah total.

Tidur jadi lebih larut, bangun siang, mandi sesuka hati, hingga makan tidak lagi mengikuti jam seperti saat sekolah.

Namun, menurut Psikolog Klinis RSUP Dr. Kariadi Semarang, Nurul Firdausi, M.Psi., Psikolog, banyak orang tua baru mengubah kebiasaan anak tepat pada hari pertama sekolah.

Padahal, perubahan mendadak justru membuat anak semakin sulit beradaptasi.

Masa Transisi Menentukan Proses Adaptasi Anak

Nurul menjelaskan, masa transisi menjelang sekolah merupakan periode penting karena anak sedang menghadapi perubahan besar dalam aktivitas sehari-hari.

Apabila anak diberi waktu untuk menyesuaikan diri secara bertahap, proses belajar di sekolah akan terasa lebih menyenangkan.

"Jadi kenapa masa transisi ini penting? Tentunya masa transisi ini kan ada sesuatu perubahan. Perubahan tentunya butuh penyesuaian di situ. Jadi ketika anak kesulitan untuk penyesuaian maka itu akan berdampak untuk selanjutnya," jelas Nurul pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Sabtu (11/7/2026). 

Karena itu, ia mengingatkan orang tua agar tidak menunggu hingga malam terakhir sebelum sekolah dimulai untuk mengubah kebiasaan anak.

Mulai Atur Jam Tidur dan Bangun Sejak Sekarang

Nurul menyarankan orang tua mulai mengembalikan pola hidup anak sekitar tiga hingga empat hari sebelum masuk sekolah.

Langkah paling sederhana adalah mengatur kembali jam tidur agar tidak terlalu larut serta membiasakan anak bangun pada waktu yang sama seperti hari sekolah.

Selain itu, jadwal mandi dan makan juga mulai disesuaikan.

Selama liburan, banyak anak terbiasa mandi menjelang siang atau makan tanpa jam yang teratur.

Kebiasaan tersebut sebaiknya mulai diubah secara bertahap agar tubuh anak tidak merasa "kaget" saat harus kembali menjalani rutinitas sekolah.

Latih Anak Lebih Mandiri Sebelum Hari Pertama Sekolah

Selain rutinitas, Nurul juga menilai kemampuan mandiri perlu mulai dilatih sebelum anak kembali ke sekolah.

Misalnya, membiasakan anak makan sendiri, minum sendiri, memakai perlengkapan sekolah, hingga belajar ke toilet tanpa selalu dibantu orang tua.

Menurutnya, keterampilan sederhana tersebut akan sangat membantu ketika anak berada di sekolah, karena guru tidak selalu dapat mendampingi setiap anak secara terus-menerus.

Semakin mandiri anak sebelum masuk sekolah, semakin mudah pula proses penyesuaiannya terhadap lingkungan baru.

Kenalkan Sekolah Sebelum Hari Pertama

Nurul juga menyarankan orang tua mengajak anak mengenal sekolah terlebih dahulu apabila memungkinkan.

Anak dapat diajak melihat lingkungan sekolah, halaman bermain, ruang kelas, atau sekadar memperlihatkan lokasi sekolah dari luar.

Cara ini membantu mengurangi kecemasan karena anak tidak lagi membayangkan sekolah sebagai tempat yang asing.

Selain itu, orang tua juga bisa melibatkan anak saat menyiapkan perlengkapan sekolah, seperti memilih tas, tempat minum, atau alat tulis.

Keterlibatan tersebut dapat meningkatkan antusiasme anak menyambut hari pertama sekolah.

Jangan Ubah Rutinitas Tepat di Hari H

Nurul mengingatkan, perubahan kebiasaan secara mendadak justru berisiko membuat suasana hati anak memburuk.

Anak yang terbiasa bangun siang kemudian dipaksa bangun pagi tanpa proses penyesuaian biasanya akan merasa lelah, mengantuk, dan enggan berangkat ke sekolah.

"Jadi memang seperti ini kan perubahan rutinitas. Makanya ketika kita ingin mengubah itu, jangan pas hari H. Karena itu akan bikin mood-nya luar biasa," ujarnya.

Menurut Nurul, apabila rutinitas sudah dibangun beberapa hari sebelumnya, hari pertama sekolah tidak lagi terasa sebagai perubahan yang mengejutkan.

Anak pun lebih siap menjalani aktivitas belajar, sementara orang tua dapat mengantar mereka ke sekolah tanpa harus menghadapi drama karena terburu-buru atau terlambat.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.