TRIBUNNEWS.COM - Hasil perempat final Piala Dunia 2025 antara Norwegia vs Inggris berakhir dengan skor 1-2, Minggu (12/7/2026) pagi.
Laga seru, alot, kejutan, tersaji dalam 90 menit waktu pertandingan hingga kedua tim harus menjalani tambahan waktu.
Gol Andreas Schjelderup pada menit ke-36 disamakan oleh Jude Bellingham sesaat sebelum jeda turun minum.
Namun Jude Bellingham mampu menjadi pembeda di laga ini setelah mencetak gol kemenagan Inggris di awal tambahan waktu babak kedua. Ia menyontek bola tepisan Orjan Nyland setelah menerima tembakan Morgan Rogers.
Gol tersebut membuka buku rekor Bellingham di Piala Dunia. Dia tercatat sebagai pemain termuda kedua yang mencetak dua gol lebih dalam pertandingan fase gugur turnamen empat tahunan ini secara berturut-turut setelah Pele pada tahun 1958 (17 tahun 249 hari).
Bellingham mencatatkannya pada usia 23 tahun 12 hari.
Pemain Real Madrid itu telah mencetak 4 gol di fase gugur, dua gol sebelumnya dicetak saat mengalahkan Meksiko di babak 16 besar.
Selama waktu pertandingan, kedua tim sama-sama berhasil meredam penyerang andalan lawan yang saat ini berada dalam persaingan gelar sepatu emas. Baik Harry Kane maupun Erling Haaland memiliki ruang yang terbatas untuk mencetak gol.
Inggris tampil cukup solid dalam meredam penyelesaian akhir tim asuhan Solbakken, terutama di babak kedua karena mampu keluar dari tekanan dan dominasi penguasaan The Three Lions.
Beruntungnya, anak asuh Tuchel dapat menjaga kendali dan fokus tim sebelum akhirnya gol Bellingham lahir.
Football Enthusias dan konten kreator dari @Analiskampungsebelah, Hamid Anwar pernah berkomentar soal performa Inggris tentang kedisiplinan taktik dan efentivitas permainan yang mampu membuat mereka memenangkan pertandingan dalam keadaan tertekan, seperti yang terjadi saat melawan Meksiko lalu.
"Inggris sering dikritik, mereka menunjukkan kedisiplinan taktis dan efektivitas penyelesaian akhir yang baik," kata Hamid dalam podcast Super Taktik Tribunnews yang direkam di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Cara Inggris meredam ancaman Haaland dengan melakukan pressing agresif untuk menutup opsi umpan progresif, sehingga Haalan terisiolasi dan tidak mendapatkan bola," tambahnya.
Tim asuhan Thomas Tuchel membangun banyak momentum selama 45 menit babak pertama, terutama di 30 awal Inggris begitu mengusai pemainan dan tidak memberikan Norwegia peluang untuk mengembangkan permainan.
Duo sayap mereka, Anthony Gordon dan Noni Madueke bermain begitu baik, mereka kerap menyulitkan pertahanan Norwegia melalui aksi individu, beberapa tusukan, dan percobaan umpan silang.
Begitu juga dengan Anderson yang mengarahkan umpan silang ke kotak penalti, di mana ada Bellingham yang siap menyambutnya, namun saying belum bisa dikonversikan menjadi gol.
Hingga interval babak pertama, Inggris mampu meredam permainan Norwegia dan penyerang andalan mereka, Erling Haaland. Menurut statistik Sky Sports, Haaland hanya melakukan empat sentuhan.
Setelah jeda babak pertama, pertandingan kedua tim masih alot.
Norwegia mendapat momentum dalam sepuluh menit terakhir waktu normal.
Schjelderup memberikan kejutan setelah menerima umpan Odegaard lewat tendangannya yang luar biasa dari sisi kiri lapangan.
Ia mendapat adangan pemain Inggris di sisi kiri, namun Ketika mendekat ke garis kotak penalti dia mengambil keputusan yang begitu mengejutkan dengan melepaskan tembakan langsung ke gawang.
Bola tendangan Schjelderup mengarah ke tiang jauh sisi kiri gawang Inggris yang gagal dijangkau oleh Pickford.
Skor 1-0 untuk keunggulan Norwegia.
Gol tersebut memacu gelombang serangan dari anak asuh Solbakken, sementara skuad Tuchel mulai kehilangan kendali.
Odegaard cs melakukan empat tendangan percobaan ke gawang setelah gol Schjelderup, tiga di antaranya tepat sasaran.
Namun sebelum jeda turun minum, Inggris akhirnya menyamakan kedudukan melalui tendangan Jarak dekat Jude Bellingham.
Tendangan mendatarnya dari sisi kanan gagal di antisipasi oleh Orjan Nyland.
Skor 1-1 bertahan hingga jeda turun minum.
Inggris menguasai bola sebanyak 67,6 persen, sementara Norwegia hanya 32,4 persen.
Norwegia menghasilkan lima percobaan, tiga di antaranya tepat sasaran, sedangkan Inggris empat, dan hanya dua yang mengarah ke gawang.
Setelah jeda turun minum, Norwegia sejatinya sempat mencetak gol melalui sontekan Heggem di mulut gawang Pickford.
Tapi sayang, gol Heggem dianulir wasit karena adanya pelanggaran yang dilakukan Haaland sebelum proses gol tersebut.
Haaland terlihat mendorong Anderson saat hendak menyambut umpan penjuru rekannya.
Wasit menganulir gol Heggem setelah melihat tayangan VAR dari pinggir lapangan.
Di babak kedua ini, permainan lebih cair. Inggris mendominasi penguasaan bola dalam kurun waktu, tetapi Norwegia tidak kalah kesempatan ketika mendapatkan momen.
Bahkan setelah menit ke-60, Norwegia menghasilkan banyak momentum ke gawang Inggris, yang beruntungnya dapat diantisipasi Pickford.
Tuchel melakukan sejumlah pergantian pemain, Rice, Madueke, Konsa, hingga Gordon keluar secara bertahap yang kemudian digantikan Saka, James, Eze, Rogers.
OReilly juga ditarik Tuchel untuk memainkan Morgan Rogers.
Dalam 45 menit kedua, permainan lebih seimbang, bahkan dominasi penguasaan bola Inggris sudah jarang terjadi.
Peluang yang dihasilkan skuad Tuchelpun tak banyak yang mengarah ke gawang. Bahkan sang kapten, Harry Kene sangat minim mendapat kesempatan.
Sementara Norwegia tampil cukup impresif, hanya saja percobaan mereka ke gawang Pickford masih terkendala dengan solidnya pertahanan Inggris.
Hingga waktu normal berakhir, tidak ada gol tambahan yan tercipta.
Di awal perpanjangan waktu babak pertama, Inggris menghasilkan peluang dari tendangan Jarak jauh Morgan Rogers.
Tendangan pemain Aston Villa itu dapat ditepis oleh Nyland, namun Jude Bellingham sukses memanfaatkan bola tepisan Nyland karena jatuh ke arahnya di kotak penalti.
Skor 1-2 untuk Inggris pada menit ke-90+3.
Enam menit berselang, Inggris mendapat penalti dari wasit setelah aksi Djed Spence menyulitkan pertahanan Norwegia.
Dia mampu melewati dua adangan pemain Norwegia sebelum terjatuh di kotak penalti.
Wasit awalnya memberikan penalti untuk Inggris, namun setelah melihat ulang tayangan VAR ia membatalkannya dan melanjutkan permainan.
Di tambahan waktu babak kedua, Nyland tampil impresif di bawah mistar gawang karena mampu menepis serangan pemain Inggris yang dating bertubi-tubi, baik dari Saka dan Spence.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Norwegia gagal menciptakan gol balasan, dan Inggris akhirnya melangkahsele ke babak semifinal dengan kemenangan 1-2.
Norwegia
Orjan Nyland, Kristoffer Ajer, Moller Wolve, Torbjorn Hehem, Patrick Berg, Sander Berge, Martin Odegaard, Schjelderup, Sorloth, Haaland, Ryerson.
Pelatih: Solbakken
Inggris
Pickford, Konsa, Guehi, OReilly, Stones, Rice, Elliot Anderson, Jude Bellingham, Anthony Gordon, Madueke, Harry Kane.
Pelatih: Thomas Tuchel
(Tribunnews.com/Sina)