TRIBUNBATAM.id - Insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat tabrakan hebat di Jalan Mastrip, Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, pada Sabtu (11/7/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB.
Korban yang diketahui berinisial AAS (14) merupakan seorang pelajar asal Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.
Kecelakaan maut ini diduga dipicu oleh korban yang kehilangan kendali atas kendaraannya saat mencoba menghindari mobil di depannya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dari pihak kepolisian, peristiwa tragis ini bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna merah dengan nomor polisi AG 2207 SA.
AAS melaju dari arah selatan menuju ke utara.
Saat melintas di lokasi kejadian (TKP), posisi motor korban berada tepat di belakang sebuah mobil yang tidak diketahui identitasnya.
Secara mendadak, mobil di depan korban tersebut melakukan pengereman.
Baca juga: Petugas Diduga Telat Tutup Palang Akibatkan Kecelakaan Maut, KA Logawa Sambar Truk JNT di Nganjuk
Karena terkejut dan panik, korban secara refleks membanting setirnya ke arah kanan guna menghindari benturan.
Sayangnya, manuver penyelamatan tersebut justru membuat motor korban masuk ke jalur berlawanan.
Pada saat yang bersamaan, sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 2246 URG melaju dari arah utara.
Mobil tersebut dikemudikan oleh BIS (34), seorang warga Desa Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar.
“Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka berat di bagian kepala,” jelas Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih.
“Diduga korban refleks banting setir agar tidak menabrak mobil di depannya. Tapi di saat yang sama ada mobil dari arah depan,” sambung Retno.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan frontal antara sepeda motor korban dan Toyota Avanza tersebut tidak dapat dihindarkan.
Benturan keras membuat korban terpental ke aspal jalan dan mengalami cedera parah di bagian kepala hingga mengembuskan napas terakhirnya di TKP.
Mobil di Depan Korban Melarikan Diri
Pihak kepolisian juga mengungkap fakta lain terkait insiden ini.
Mobil yang sempat mengerem mendadak di depan motor korban diketahui langsung memacu kendaraannya dan tidak berhenti setelah kecelakaan terjadi.
“Mobil yang ada di depan korban, yang sempat mengerem mendadak melaju, tidak berhenti,” ucap Retno.
Akibat tabrakan frontal ini, mobil Toyota Avanza mengalami kerusakan cukup parah pada bagian bemper depan, sementara pengemudinya (BIS) dilaporkan selamat tanpa luka-luka.
Petugas yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi jenazah pelajar tersebut ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr Iskak Tulungagung untuk proses pemulasaraan.
Saat ini, kasus kecelakaan maut tersebut telah dilimpahkan dan ditangani oleh Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tulungagung demi menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.
(TribunBatam.id)