Para pendukung Skandinavia sempat mengira tim mereka berhasil unggul untuk kedua kalinya dalam laga perempat final Piala Dunia.
Inggris beruntung tidak tertinggal 2-1 dari Norwegia dalam pertandingan perempat final mereka di ajang Piala Dunia.
Skuad Tiga Singa sempat mengira mereka kembali kebobolan di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, ketika Torbjorn Heggem berhasil menyambar bola pada menit ke-55 untuk membawa Norwegia unggul untuk kedua kalinya — atau setidaknya demikian yang mereka sangka.
Namun, gol tersebut segera dianulir setelah asisten wasit video (VAR) memberi tahu wasit Clement Turpin untuk meninjau ulang gol tersebut di monitor. Dalam tayangan ulang, Erling Haaland dinilai telah mendorong Elliot Anderson sebelum Martin Odegaard mengirimkan umpan dari tendangan sudut.
Kekacauan terjadi saat kapten Arsenal itu mengeksekusi bola mati tersebut. Inggris gagal menghalau bola dengan baik, dan Heggem berhasil memaksakan bola melewati garis gawang, memicu euforia di antara para pendukung Norwegia.
Para pemain Inggris langsung melayangkan protes kepada Turpin, yang kemudian meninjau tayangan ulang dan memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena dorongan yang dilakukan oleh Haaland.
Protes: Kristoffer Ajer
AFP/Getty
“Setelah peninjauan, pemain nomor 9 Norwegia dengan sengaja mendorong bek sebelum bola dimainkan,” ujar Turpin di Stadion Hard Rock. “Keputusan akhir, tendangan sudut diulang.”
Di saluran ITV, analis wasit Christina Unkel mengatakan sebelum keputusan VAR diumumkan: “Mereka sedang memeriksa sejauh mana Haaland melakukan dorongan tersebut.”
“Pertimbangan VAR adalah apakah dorongan itu menghalangi [Anderson] untuk memberikan upaya bertahan yang berarti terhadap bola tersebut. Saya akan terkejut jika tidak ada rekomendasi untuk membatalkan gol ini.”
Kontroversi juga muncul setelah keputusan untuk memberikan tendangan sudut lagi kepada Norwegia, bukan tendangan bebas untuk Inggris akibat dorongan tersebut. Gol yang dianulir itu juga menjadi penerapan pertama dari aturan baru FIFA, di mana gol dibatalkan karena pelanggaran yang terjadi sebelum bola dimainkan dari tendangan sudut.
Itu merupakan keputusan kontroversial kedua yang diambil oleh Turpin dalam laga perempat final tersebut, setelah sebelumnya Harry Kane tidak diberikan pelanggaran dalam proses terciptanya gol pembuka Norwegia yang dicetak oleh Andreas Schjelderup pada menit ke-35.