Agro Wisata Pagilaran Batang Jadi Buruan Wisatawan Pemburu Udara Sejuk dan Hamparan Kebun Teh
rival al manaf July 12, 2026 02:10 PM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Menjelang berakhirnya masa libur sekolah, Agro Wisata Pagilaran di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, menjadi satu di antaranya destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati suasana alam pegunungan. 

 

Hamparan kebun teh yang menghijau, udara sejuk khas dataran tinggi, serta panorama alam yang memanjakan mata menjadi daya tarik utama kawasan wisata ini.

 

Berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat Kabupaten Batang, Agro Wisata Pagilaran menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan wisata perkotaan. 

 

Pengunjung disuguhi pemandangan perbukitan hijau yang membentang luas dengan udara yang masih bersih dan menyegarkan.

 

Dari sejumlah titik di kawasan wisata, pengunjung juga dapat menikmati panorama Kabupaten Batang dari ketinggian. 

 

Keindahan tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang gemar berburu foto maupun sekadar melepas penat bersama keluarga.

 

Suasana akhir pekan yang bertepatan dengan penghujung libur sekolah membuat kawasan wisata ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Pekalongan dan Kota Semarang. 

 

Selain menikmati panorama alam, wisatawan juga memanfaatkan waktu untuk bersantai di deretan warung yang menjajakan aneka gorengan hangat, minuman, hingga menikmati segarnya air pegunungan.

 

Dengan biaya masuk yang relatif terjangkau, yakni Rp7.000 per orang dan tarif parkir sepeda motor Rp5.000, Agro Wisata Pagilaran menjadi pilihan wisata alam yang ramah di kantong.

 

Salah seorang wisatawan asal Kabupaten Pekalongan, Hana (28), mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk menghabiskan sisa libur sekolah dengan menikmati suasana alam yang masih asri.

 

"Di sini enak, udaranya masih sejuk. Bisa melihat kebun teh yang hijau sekalian foto-foto," kata Hana kepada Tribunjateng, Minggu (12/7/2026). 

 

Hana mengaku kunjungannya kali ini merupakan yang kedua. 

 

Terakhir kali ia datang saat masih duduk di bangku SMA.

 

"Saya ke sini bukan pertama kali, tapi sudah kedua kalinya. Dulu waktu saya masih SMA belum seramai sekarang, terutama warung-warungnya belum sebanyak ini," ucapnya. 

 

Ia juga menilai akses menuju lokasi kini semakin mudah sehingga perjalanan terasa nyaman.

 

"Tadi saya berangkat sekitar jam tujuh pagi dari rumah dan sampai sini sekitar jam sembilan," tuturnya.

 

Meski terkesan dengan perkembangan kawasan wisata tersebut, Hana berharap pengelolaan kawasan terus ditingkatkan.

 

"Harapan saya bisa lebih dibersihkan dan ditata lagi supaya semakin indah, karena tempat ini sebenarnya bagus sekali," ungkapnya.

 

Hal senada disampaikan Hasan (29), wisatawan asal Kota Semarang. 

 

Dia mengaku mengetahui Agro Wisata Pagilaran dari media sosial dan penasaran dengan keindahan yang ditawarkan.

 

"Awalnya saya penasaran lihat dari media sosial, makanya datang ke sini. Saya mencari tempat yang tidak terlalu ramai. Kalau ke Wonosobo atau Dieng biasanya sudah padat wisatawan," ucap Hasan. 

 

Menurut Hasan, perjalanan menuju Pagilaran juga cukup nyaman karena kondisi jalan sudah baik.

 

"Saya berangkat sekitar jam lima pagi dan sampai di sini sekitar jam sembilan. Jalannya juga bagus," ujarnya.

 

Hasan berharap pemerintah maupun pengelola terus melengkapi fasilitas penunjang agar wisatawan semakin nyaman.

 

"Kalau harapan saya fasilitasnya ditambah lagi. Tempat ini bagus sekali, baik untuk berfoto maupun menikmati suasana alam," harapnya. 

 

Keindahan alam yang masih terjaga, udara pegunungan yang sejuk, biaya wisata yang terjangkau, serta akses jalan yang semakin baik menjadikan Agro Wisata Pagilaran sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Batang. 

 

Di penghujung libur sekolah, kawasan ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan alam sebelum kembali beraktivitas. (Ito)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.