TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kawasan cagar budaya yang termasuk dalam garis Sumbu Filosofi Yogyakarta kian memantapkan diri sebagai destinasi sport tourism unggulan.
Hal tersebut, tampak dari antusiasme puluhan pelari yang memadati kawasan pusat kota dalam gelaran "Run for MOXVERSE", Minggu (12/7/2026) pagi.
Agenda lari santai yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB tersebut mengambil titik start dan finish di MOX Space, di bilangan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta.
Rute yang dilewati sengaja dirancang menyusuri kawasan ikonis Kota Yogyakarta, mulai dari Tugu Pal Putih, Jalan Mataram, hingga kawasan bersejarah Kotabaru.
Gelarang yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan hari jadi pertama, atau road to 1st anniversary MOX Space, dengan menggandeng komunitas Jogja Unity Runner.
Brand dan Community Manager MOX Space, Svasthika Putri, menyampaikan, selain mengampanyekan gaya hidup sehat, ajang ini juga menjadi wadah untuk mengenalkan potensi wisata olahraga di Yogyakarta.
"Rute sengaja dipilih melewati monumen-monumen ikonis di Yogyakarta. Ini cara kami memperkenalkan keindahan kota. Kami juga ingin memosisikan MOX Space sebagai destinasi kuliner terdekat dari pusat-pusat sejarah tersebut," ujarnya.
Baca juga: Lari Sambil Mengenal Jogja, RunnShine 2026 Padukan Sport Tourism Hingga Kuliner dan Seni
Mahmud Syahril Kaliki, perwakilan dari Jogja Unity Runner, menyebutkan bahwa jalur perkotaan Yogyakarta memiliki daya tarik budaya dan visual yang sangat kuat untuk dilewati, khususnya pada akhir pekan.
Rute-rute melewati kawasan Tugu Pal Putih, Malioboro, sampai Titik Nol, bahkan terkadang sampai Alun-Alun Selatan, menjadi primadona kalangannya.
"Rute di sini sangat ikonis karena mengangkat unsur budaya dan melewati landmark Kota Yogya. Tapi, sebagai pelari kita harus bijak memilih waktu di pagi hari ketika weekend agar tidak mengganggu lalu lintas," katanya.
Mahmud pun memberikan catatan, untuk benar-benar mengukuhkan Kota Yogyakarta sebagai kota sport tourism, peningkatan fasilitas publik ramah olahraga perlu digenjot oleh pihak-pihak terkait.
Menurutnya, fasilitas penunjang olahraga sangat perlu ditingkatkan, agar ketika peminatnya ke depan membludak, kawasan inti ini tidak terdampak negatif.
"Kami sangat mendukung wacana kawasan Malioboro yang steril dari kendaraan bermotor, termasuk jika bebas dari asap rokok, karena polusi udara sangat mengganggu kenyamanan orang yang sedang berolahraga," pungkasnya. (*)