Ritual Jamasan Pusaka Agung Pemkab Kulon Progo, Kentongan Pusaka Raksasa Jadi Perhatian
Muhammad Fatoni July 12, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo melaksanakan agenda tahunan berupa Ritual Jamasan Pusaka Agung pada Sabtu (11/07/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 87 kalurahan, 1 kelurahan, serta 12 kapanewon dari Kulon Progo.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan ada hal yang unik dan berbeda pada pelaksanaan Jamasan tahun ini.

Jika biasa jamasan atau pembersihan hanya berfokus pada pusaka berbahan besi, maka tahun ini sebuah kentongan pusaka bersejarah juga menjadi salah satu yang ikut dijamas.

"Kentongannya bernama Gora Bangsa, dulu diletakkan di pusat kota kabupaten dan memiliki suara yang sangat nyaring," jelas Joko pada Minggu (12/07/2026).

Ia menjelaskan dulunya Kentongan Gora Bangsa ditempatkan di Pengasih saat menjadi ibukota dari Kulon Progo.

Warga dulunya meyakini bahwa suara kentongan itu bisa terdengar sampai seluruh pelosok Kulon Progo.

Joko mengatakan Kentongan Gora Bangsa kini sudah menjadi warisan cagar budaya Kulon Progo.

Kentongan itu kini disimpan di Bangunan Cagar Budaya Bulurejo, Kapanewon Pengasih bersama benda cagar budaya lainnya.

"Kentongan ini kami hadirkan pula dalam ritual Jamasan yang sudah rutin kami lakukan setiap tahun demi menjaga nilai spiritualitas dan sejarah," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Terjunkan Tim Jaring Aspirasi Kalurahan Lewat Urun Rembug

Pelestarian Budaya

Menurut Joko, ritual Jamasan menjadi salah satu upaya dalam melestarikan tradisi yang sudah berjalan secara turun-temurun.

Namun di sisi lain, ritual ini juga memberikan manfaat lain dari sisi ekonomi dan daya tarik wisata.

Ia pun mengatakan akan mengemas Ritual Jamasan menjadi sesuatu yang memiliki daya tarik bagi masyarakat.

Termasuk bagi para wisatawan yang datang ke Kulon Progo, agar mereka juga mengenal kebudayaan daerah yang dikunjungi.

"Ritual jamasan ini tak hanya menjadi peristiwa budaya, tapi juga bagian dari atraksi wisata budaya unggulan di Kulon Progo," kata Joko.

Ritual Jamasan Agung berlangsung di Alun-alun Wates, dihadiri oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko.

Ia mengatakan kegiatan itu juga menjadi upaya Pemkab Kulon Progo dalam merawat eksistensi budaya.

Ritual Jamasan juga menjadi ruang untuk menyampaikan rasa syukur pada Yang Mahakuasa. Sekaligus memohon doa yang terbaik untuk masyarakat Bumi Binangun.

"Semoga Kulon Progo diberikan kondisi yang ayem, adem, tenteram, dan makmur untuk masyarakatnya," kata Ambar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.