TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo melaksanakan kegiatan Urun Rembug pada Sabtu (11/07/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari Pemkab Kulon Progo untuk mengetahui aspirasi dan kebutuhan masyarakat di tingkat kalurahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo, Triyono, mengatakan Urun Rembug tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan.
Menurutnya, ada perbedaan dengan pelaksanaan periode pertama.
"Jika periode pertama hanya ada 1 tim kabupaten, maka di periode kedua ini ada 3 tim yang terjun melaksanakan Urun Rembug," jelasnya pada Minggu (12/07/2026).
Menurut Triyono, dengan lebih banyak tim maka pelaksanaan Urun Rembug bisa lebih cepat selesai.
Kegiatannya menyasar ke seluruh 12 kapanewon dan bisa diselesaikan dalam 4 kali pelaksanaan.
Ia menjelaskan Urun Rembug berguna dalam menjaring kembali usulan-usulan dari Pemerintah Kalurahan (Pemkal) yang mungkin sempat tertunda di tahun-tahun sebelumnya.
Pelaksanaannya turut melibatkan Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal).
"Usulan dan aspirasi dari kalurahan kami terima namun tetap akan dibuat skala prioritas mana usulan yang harus dieksekusi lebih dulu," ujar Triyono.
Baca juga: Pemkab Kulon Progo Akan Tambah Alokasi BTT di APBD Perubahan, Antisipasi Kekeringan Saat Kemarau
Pelaksanaan Urun Rembug Sabtu lalu dilakukan di 3 kapanewon secara serentak, yaitu di Temon, Panjatan, dan Wates.
Adapun tim yang diterjunkan dari kabupaten melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Urun Rembug di Panjatan dipimpin oleh Triyono, sedangkan di Wates dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kulon Progo, Agung Kurniawan.
Ia mengatakan Wates jadi perhatian karena statusnya sebagai ibukota dari Kulon Progo.
"Kapanewon Wates memiliki beban moral dan estetika sebagai wajah dari Kabupaten Kulon Progo," kata Agung melalui keterangannya.
Adapun kegiatan Urun Rembug di Temon dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kulon Progo, Jazil Ambar Was'an.
Ia mengatakan telah menginventarisasi permasalahan dari 15 kalurahan di Temon.
Permasalahannya seperti soal irigasi, lampu penerangan jalan, pintu gerbang wilayah, jalan tol, Koperasi Desa Merah-Putih, hingga penghasilan tetap (siltap) lurah dan perangkatnya. Seluruhnya akan dibahas lebih lanjut oleh Pemkab Kulon Progo.
"Kami berharap seluruh rencana strategis baik di bidang pemulihan ekonomi hingga mitigasi pembangunan infrastruktur nasional bisa segera dieksekusi lewat sinergi kuat dari tingkat akar rumput," jelas Jazil. (*)