PSM Makassar Kehilangan Striker Muda, Dimas Adi Prasetyo Hengkang ke Persebaya
Ari Maryadi July 12, 2026 02:21 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PSM Makassar kehilangan penyerang mudanya Dimas Adi Prasetyo. 

Pemain jebolan Akademi PSM Makassar itu bergabung ke Persebaya Surabaya di musim kompetisi 2026/2027. 

Dimas terpantau mengikuti latihan perdana Persebaya di Lapangan ABC Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (11//7/

Ia mengenakan jersey latihan Persebaya berwarna hijau dengan berbagai motif dan celana pendek hitam. 

Dimas menambah eksodus eks pemain PSM Makassar ke Persebaya untuk bereuni dengan mantan pelatihnya Bernardo Tavares. 

Mulai dari Syahrul Lasinari, Ricky Pratama dan Reza Arya Pratama. 

Kemudian ada Ramadhan Sananta, eks kapten Yuran Fernandes dan Gledson Paixao. 

Kepergian Dimas dari PSM Makassar tentu sangat disayangkan.

Apalagi, sang pemain rencananya akan diorbitkan ke skuad senior PSM Makassar musim depan.

Namun, dia lebih memilih berlabuh ke klub kebanggaan Bonek dan Bonita. 

PSM Makassar harus pasrah kehilangan salah satu talenta muda terbaiknya.

Apalagi, pemain kelahiran Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) ini produk asli binaan Akademi PSM Makassar. 

Dimas menjadi bagian skuad PSM U-18 juara Elite Pro Academy (EP) U-18 Liga 1 2024/2025. 

Dirinya berkontribusi enam gol dan tiga assist dari 24 pertandingan bersama Ramang Muda.

Pada EPA Super League 2025/2026, Dimas naik level ke PSM U-20.

Meski gagal persembahkan trofi, performanya semakin menjanjikan.

Delapan gol dan dua assist disumbangkan dari 15 penampilan berseragam kapal pinisi di dada.

Penampilan konsisten di klub membuat Dimas menjadi langganan Tim Nasional (Timnas) Indonesia kelompok umur, U-17 dan U-19. 

 andalan juru gedor PSM Makassar U-20 pada Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026.

Total delapan gol dan dua assist dicetak dari 15 penampilan bersama Ramang Muda musim ini.

Pengamat Sepak Bola Basri Badussalam mengatakan, PSM Makassar sangat rugi kehilangan Dimas. 

Mengingat Dimas produk asli binaan Akademi PSM Makassar.

Menurut dia, hal seperti ini tidak semestinya terjadi. 

Manajemen maupun tim akademi perlu memagari pemain potensial dimiliki agar tak diambil klub lain.

“Kerugian bagi PSM Makassar, ada bakat pemain produk akademi, tapi PSM Makassar tak bergerak cepat merekrut,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com melalui telepon, Minggu (12/7/20206).

Kasus Dimas hijrah ke Persebaya dinilai menjadi pelajaran berharga untuk PSM Makassar. 

Basri menyebut, tim akademi yang bermain di EPA itu tujuannya untuk menciptakan pemain.

Supaya nantinya pemain muda yang menonjol bisa diorbitkan ke skuad senior PSM Makassar.

Sekaligus jadi regenerasi klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) ini. 

Ia menduga Dimas lepas ini karena komunikasi tak berjalan dari level atas ke bawah.

Di lain sisi mungkin pelatih baru Darije Kalezic belum melihat langsung penampilan Dimas karena datang ke Makassar.

Namun, seharusnya PSM Makassar perlu menahan kepergian Dimas.

“Masa kita orbitkan, tapi tim lain menikmati,” tutur mantan asisten pelatih Borneo Samarinda FC ini.

Basri menyampaikan, pemain Akademi PSM Makassar yang menonjol patut diikat kontrak panjang. 

Dengan begitu, sang pemain bisa setia membela PSM Makassar. 

Kalau pun tim lain tertarik mendapatkan tanda tangannya, maka harus menebus klausul kontrak yang tersisa dari PSM Makassar. 

Dengan begitu, klub yang berdiri 2 November 1915 itu tetap mendapatkan keuntungan secara finansial.

“Kalau ada pemain bagus, kita harus berani kontrak 3-4 tahun. Kalau ada tim lain mau rekrut, harus ditebus,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.