TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN – Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi sektor pariwisata yang melampaui Rp7 miliar selama masa libur sekolah belum sepenuhnya diiringi dengan perbaikan kondisi lingkungan di kawasan Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat.
Pada Minggu (12/7/2026) pagi hingga menjelang siang, aliran limbah cair masih tampak di sekitar Pos 4 Pantai Barat Pangandaran.
Limbah tersebut terlihat berwarna hijau kehitaman dan mengalir hingga bermuara langsung ke bibir Pantai Barat Pangandaran.
Di area sekitar saluran pembuangan itu juga masih ditemukan tumpukan sampah organik dan anorganik yang berserakan.
Keberadaan limbah dan sampah tersebut memunculkan aroma tidak sedap. Meski demikian, aktivitas perdagangan tetap berlangsung dan wisatawan masih berkunjung ke kawasan tersebut.
Kondisi tersebut dinilai mencoreng citra salah satu destinasi wisata andalan Jawa Barat yang baru saja mencatat kunjungan ratusan ribu wisatawan sepanjang musim liburan.
"Ya memang terlihat jorok, Kang. Padahal ini tempat wisata. Dinas Lingkungan Hidup kerja apa enggak sih?" ujar Mujahid (38), wisatawan asal Tasikmalaya, kepada Tribun Jabar di sekitar Pos 4, Minggu menjelang siang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pangandaran, Endang Nur Aini, membenarkan masih adanya saluran pembuangan limbah cair yang bermuara langsung ke kawasan pantai.
"Kalau titik yang besar sekitar lima," ucapnya melalui telepon seluler.
Meski demikian, Endang menyebut volume limbah cair yang mengalir ke pantai saat ini telah mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, berkurangnya volume limbah tersebut merupakan dampak dari sosialisasi yang terus dilakukan kepada masyarakat.
"Kalau dilihat dari kapasitasnya, jumlahnya sudah berkurang dibanding yang dulu. Berarti sosialisasi kita sudah berhasil, walaupun memang belum 100 persen," kata Endang.
Endang menambahkan, dari sekitar lima titik saluran limbah cair yang masih ada, perubahan paling mencolok terlihat pada saluran yang berada di depan Aquarium Indonesia Pangandaran.
"Sebetulnya semuanya juga sudah menunjukkan perubahan. Kalau yang dulu kelihatan paling besar itu di depan Aquarium. Sekarang jumlah air limbahnya sudah tidak sebesar dulu," ujarnya.