Aturan Baru FIFA Makan Korban, Murat Yakin Tak Terima Swiss Tersingkir oleh Argentina
Arif Tio Buqi Abdulah July 12, 2026 03:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Swiss, Murat Yakin, meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang mengusir Breel Embolo saat timnya kalah 1-3 dari Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Amerika Serikat, Sabtu (12/7/2026).

Yakin menilai kartu kuning kedua yang diterima Embolo menjadi titik balik yang membuat Swiss kehilangan momentum hingga akhirnya tersingkir dari persaingan menuju semifinal.

Swiss sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit kepada Argentina setelah tertinggal lebih dahulu dan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Dan Ndoye pada menit ke-67 sehingga pertandingan kembali berjalan terbuka.

Namun situasi berubah drastis lima menit berselang ketika Embolo menerima kartu kuning kedua setelah wasit menilai sang penyerang melakukan diving saat terjatuh di kotak penalti tanpa adanya kontak dengan Leandro Paredes.

Insiden tersebut bermula ketika wasit sempat memberikan kartu kuning kepada Paredes karena dianggap melanggar Embolo, tetapi tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan tidak ada pelanggaran sehingga hukuman terhadap gelandang Argentina itu dibatalkan dan dialihkan kepada Embolo.

Keputusan tersebut dimungkinkan karena Piala Dunia 2026 menjadi turnamen pertama yang menerapkan aturan baru FIFA, yakni VAR dapat mengoreksi kartu kuning apabila wasit salah mengidentifikasi pemain yang seharusnya menerima hukuman.

lihat foto
BOLA RAKSASA PIALA DUNIA - Giant ball atau bola raksasa dipajang di lobi Hotel Aryaduta Makassar, Jalan Somba Opu, Makassar, Sulsel, Selasa (7/7/2026). Bola raksasa ini dihadirkan Aryaduta Makassar menyemarakkan Piala Dunia 2026.

Kontroversi itu terasa makin disayangkan karena Swiss tampil cukup impresif sepanjang Piala Dunia 2026 dan beberapa kali mampu merepotkan lawan-lawannya hingga akhirnya terhenti di babak delapan besar.

Penampilan Swiss bahkan mendapat sorotan dalam Podcast Super Taktik Tribunnews Solo di Karanganyar, Jawa Tengah, yang sejak awal menilai Murat Yakin membawa timnya berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

"Kalo Swiss menurut saya bukan tipe underdog sih, melihat faktanya, mundur flashback lah di Euro 2024 mereka mampu menahan Jerman dan menyingkirkan Italia, mereka hanya kalah penalti dari Inggris, perkembangan mereka cukup bagus sih," kata Kreator @analiskampungsebelah, Hamid Anwar, dalam podcast tersebut.

Yakin: Saya Tidak Mengerti Mengapa Wasit Bertindak Seperti Itu

Yakin mengaku tidak bisa menerima keputusan wasit yang memberikan kartu kuning kedua kepada Embolo karena menurutnya pertandingan seharusnya dibiarkan terus berjalan tanpa perlu adanya hukuman tersebut.

"Saya tidak bisa menerima aturan yang membuat kami tersingkir dengan cara seperti itu," ujar Yakin mengutip Interfootball Korea.

"Saya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi atau mengapa wasit bertindak seperti itu. Aturan itu menghancurkan pertandingan, saya tegaskan lagi, sama sekali tidak ada alasan untuk memberikan peringatan dan pertandingan seharusnya tetap dilanjutkan seperti biasa," lanjutnya.

Baca juga: Nobar Piala Dunia 2026, Cak Imin Optimistis Argentina Masuk Final

Yakin juga membela Embolo yang meninggalkan lapangan dengan air mata karena merasa sang pemain sama sekali tidak pantas dijadikan kambing hitam atas kegagalan Swiss melangkah ke semifinal.

"Saya tidak menyalahkan Embolo karena dia adalah pemain yang selalu berjuang untuk tim dan saat ini kondisinya benar-benar terpukul secara mental."

"Keputusan wasit yang keliru itu pada akhirnya menjadi hukuman bagi kami semua," kata Yakin.

Yakin Mengaku Baru Mengetahui Aturan Baru FIFA

Yakin mengaku baru mengetahui adanya aturan baru FIFA yang memperbolehkan VAR mengoreksi kartu kuning ketika wasit salah mengidentifikasi pemain yang harus dihukum.

"Saya tidak mengetahui aturan ini dan menurut saya hal seperti ini justru menjadi racun bagi olahraga sepak bola," ucap Yakin.

Berbeda dengan Yakin, mantan wasit asal Jerman, Lutz Wagner, justru menilai keputusan tersebut sudah sesuai dengan Laws of the Game yang diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2026.

Dikutip media Swiss, Blik, Wagner menjelaskan wasit memang tidak boleh memberikan kartu kuning kepada pemain yang salah sehingga setelah VAR memastikan Paredes tidak melakukan pelanggaran.

Kartu kuning tersebut harus dibatalkan dan diberikan kepada Embolo.

"Anda tidak boleh memberikan kartu kuning kepada pemain yang salah sehingga keputusan menghukum Embolo atas aksi diving tersebut dan mengusirnya dari lapangan sudah tepat," kata Wagner.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.