TRIBUNJATENG.COM, PATI - Jalur penghubung Kecamatan Tlogowungu menuju Kecamatan Gunungwungkal di Kabupaten Pati menjadi sorotan karena kondisinya yang dinilai mengkhawatirkan.
Medan jalan yang terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu tersebut memiliki karakteristik tikungan tajam dan tanjakan/turunan curam, serta berbatasan dengan jurang karena berlokasi di lereng Gunung Muria.
Namun, jalur tersebut belum dilengkapi dengan pagar pembatas jalan atau guardrail maupun fasilitas lampu penerangan yang memadai.
Kondisi tersebut dikeluhkan oleh salah satu pengendara yang kerap melintasi jalur utama antarkecamatan tersebut, Putra (32).
Warga Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu ini mengungkapkan bahwa ketiadaan pagar pembatas di medan yang ekstrem sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Situasi akan menjadi jauh lebih berisiko saat malam hari tiba karena kondisi jalanan yang berubah menjadi gelap gulita.
Menurutnya, situasi ini rawan memicu kecelakaan, terutama bagi para pengendara yang baru pertama kali melintas dan belum mengenali karakteristik medan di kawasan tersebut.
"Jalannya memiliki banyak tikungan dan menanjak, tetapi tidak ada pembatas jalan sehingga sangat berbahaya. Apalagi kalau malam sangat gelap karena tidak ada lampu penerangan," kata dia, Minggu (12/7/2026).
Dia sangat berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan untuk membangun pagar pembatas dan memasang lampu penerangan, demi mencegah kecelakaan di jalur tersebut.
Merespons keluhan masyarakat, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Tony Romas Indarta, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
Dinas Perhubungan berencana untuk menerjunkan tim guna melakukan survei langsung di kawasan Desa Gunungsari guna mengkaji secara detail titik mana saja yang membutuhkan prioritas pemasangan pagar pembatas.
Tony menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan survei terlebih dahulu untuk menghitung berapa besar tingkat kebutuhan riil di lapangan, yang nantinya akan dijadikan acuan dalam penyusunan anggaran.
Pihaknya berjanji akan segera mengusulkan penganggaran untuk pemasangan pagar pembatas jalan tersebut.
Terkait dengan waktu pelaksanaan fisik, Dinas Perhubungan Pati belum bisa memastikan apakah proyek pengamanan jalan ini dapat dieksekusi pada tahun anggaran berjalan atau harus menunggu tahun depan.
Skema penganggaran masih akan disesuaikan dengan skala prioritas dan ketersediaan dana daerah.
"Akan kami survei dulu kebutuhannya berapa. Nanti baru kami anggarkan," kata dia.
Ia memungkasi bahwa jika kebutuhan di lapangan terbukti sangat mendesak, pihak Dinas Perhubungan akan langsung melapor kepada Plt Bupati Pati agar alokasi dananya bisa dimasukkan ke dalam APBD Perubahan, dengan catatan apabila hal tersebut memang dimungkinkan secara aturan.
Namun, ia juga menambahkan bahwa jika kuota anggaran perubahan tidak mencukupi, maka program pemasangan pagar pembatas tersebut baru akan dianggarkan secara resmi pada tahun depan. (mzk)