KKN Tematik Unhas Dorong Solusi Lingkungan dan Edukasi di Desa Tupabbiring
Muh. Abdiwan July 12, 2026 02:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM – Tujuh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin memaparkan delapan program kerja inovatif di Kantor Desa Tupabbiring, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Kamis (9/7/2026), sebagai upaya menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan berbasis kebutuhan lapangan.

Seminar ini dihadiri Kepala Desa Tupabbiring Muh. Arief, S.Pd., Kepala Dusun, Babinsa, Dosen Pendamping Kegiatan (DPK), para ketua RT, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta warga yang memberikan berbagai masukan terhadap program yang akan dijalankan selama 45 hari masa pengabdian.

Kepala Desa Tupabbiring, Muh. Arief, S.Pd., berharap seluruh program yang dibawa mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata setelah masa KKN berakhir.

Koordinator Posko KKN, Renaldi Pramudia, menegaskan seluruh program merupakan hasil observasi langsung dan dialog bersama masyarakat sejak awal penempatan sehingga disusun berdasarkan kebutuhan riil di Desa Tupabbiring.

"Program kerja yang kami susun bukan sekadar formalitas kegiatan kampus, tetapi hasil pengamatan langsung terhadap kebutuhan warga selama masa observasi," kata Renaldi Pramudia saat menyampaikan sambutan mewakili tim KKN.

Pada bidang lingkungan, mahasiswa menghadirkan inovasi SIPAMAS (Sistem Pembakar Sampah Minim Asap) sebagai solusi atas kebiasaan pembakaran sampah terbuka yang selama ini menimbulkan pencemaran udara, sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan di kawasan pesisir.

Isu kesehatan dan keselamatan masyarakat juga mendapat perhatian melalui pemeriksaan pH tanah gratis untuk membantu petani mengetahui tingkat kesuburan lahannya, edukasi keselamatan berkendara dan pertolongan pertama bagi masyarakat pesisir, serta program GEMARI-KIDS yang mengajak anak-anak gemar mengonsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas guna mendukung pencegahan stunting.

Sementara itu, mahasiswa Fakultas Hukum mengangkat berbagai persoalan sosial yang relevan dengan kehidupan remaja melalui penyuluhan pencegahan pergaulan bebas, literasi digital untuk mencegah cyberbullying, penggunaan media sosial secara bijak, hingga sosialisasi pencegahan pernikahan dini yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

Selain itu, mahasiswa juga memperkuat sektor pendidikan melalui program storytelling yang melatih keberanian siswa sekolah dasar berbicara di depan umum, sekaligus membangun kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Program GEMARI-KIDS menjadi salah satu agenda yang paling banyak mendapatkan perhatian dalam sesi diskusi karena pemerintah desa dan masyarakat mengusulkan agar pelaksanaannya diperluas hingga ke PAUD serta sekolah dasar lainnya di Desa Tupabbiring agar manfaat edukasi gizi dapat dirasakan lebih banyak anak.

Usulan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin untuk menyempurnakan pelaksanaan program sehingga lebih tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Tupabbiring.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.