Krisis BBM di Aceh Tamiang Diprediksi Berlangsung hingga Pekan Depan
Faisal Zamzami July 12, 2026 02:38 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akibat krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Aceh Tamiang diperkirakan masih akan berlangsung hingga pekan depan.

Perkiraan tersebut mencuat setelah Komisi III DPRK Aceh Tamiang melakukan inspeksi ke sejumlah SPBU, Sabtu (11/7/2026).

Hasil inspeksi menunjukkan krisis BBM dipicu berkurangnya pasokan dari PT Pertamina Patra Niaga.

"Pasokan yang diterima sempat berkurang. Biasanya Pertalite mendapat alokasi 16 ton, Solar 16 ton, dan Pertamax 8 ton. Karena BBM yang masuk lebih sedikit, masyarakat berbondong-bondong membeli sehingga terjadi panic buying," kata anggota DPRK Aceh Tamiang, Muazzin, di Karang Baru, Minggu (12/7/2026).

Baca juga: Krisis BBM di Aceh Tamiang Dipicu Pengurangan Pasokan Pertamina hingga 50 Persen

Menurut Muazzin, dalam dua hari terakhir distribusi BBM mulai kembali normal. Alokasi yang diterima SPBU disebut telah kembali seperti sebelumnya sehingga diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi di lapangan.

Meski demikian, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU karena banyak warga yang sebelumnya tidak sempat memperoleh BBM kini kembali mengisi tangki kendaraan mereka.

"Insya Allah dalam minggu ini kondisi mulai stabil. Masyarakat yang sebelumnya kehabisan BBM juga pelan-pelan sudah bisa mendapatkan minyak lagi. Kami berharap pekan depan antrean sudah kembali normal," ujarnya.

Muazzin mengatakan DPRK Aceh Tamiang juga telah berkoordinasi dengan DPR RI untuk menyampaikan persoalan tersebut. Menurutnya, pemerintah pusat telah memberikan perhatian terhadap kondisi distribusi BBM di Aceh Tamiang.

Ia menegaskan DPRK akan terus memantau perkembangan distribusi BBM hingga pasokan benar-benar stabil sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.