Kepala SMA Unggul Berbasis Talenta Banda Aceh Ajak Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Faisal Zamzami July 12, 2026 02:38 PM

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kepala SMA Kartika XIV-1 Unggul Berbasis Talenta Banda Aceh (SMATIKA), Dr. Darmawi Yusuf, S.H., M.H., C.P.M., mengimbau para orang tua atau wali murid untuk mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) pada Senin, 13 Juli 2026.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas kampanye positif yang tengah digencarkan di Aceh. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, bahkan membuat rekaman video khusus untuk mengajak para ayah berpartisipasi dalam gerakan tersebut.

Menurut Darmawi Yusuf, GAMAS lahir dari kepedulian terhadap pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak. Gerakan ini juga menjadi respons atas fenomena fatherless, yakni kondisi ketika sosok ayah hadir secara fisik, tetapi kurang terlibat secara emosional dalam kehidupan anak.

"Hari pertama sekolah menjadi momen berharga dalam perjalanan pendidikan anak. Kehadiran ayah untuk mengantar ke sekolah bukan sekadar mengantar, tetapi juga memberikan rasa aman, semangat, dan kepercayaan diri bagi buah hati untuk memulai pengalaman baru," ujar Darmawi Yusuf.

Ia mengajak seluruh orang tua menyukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah pada 13 Juli 2026.

"Langkah sederhana ini menjadi wujud kasih sayang, perhatian, dan dukungan nyata demi tumbuh kembang anak yang bahagia, percaya diri, dan siap meraih masa depan. Karena langkah kecil hari ini akan membawa dampak besar bagi masa depan mereka," katanya.

Baca juga: Antar Anak Hari Pertama Sekolah, Pemerintah Aceh Beri Fleksibilitas Waktu Bagi ASN, Apel Ditiadakan

Darmawi Yusuf mengungkapkan, pihak sekolah telah menyampaikan informasi mengenai GAMAS kepada orang tua taruna dan taruni baru melalui grup WhatsApp pada Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah memiliki nilai penting dalam memberikan pendampingan emosional kepada anak sekaligus memperkuat keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan.

Ia menilai budaya mengantar anak ke sekolah layak diterapkan secara berkelanjutan. Selain memberikan semangat kepada anak, orang tua juga dapat mengetahui secara langsung kondisi sekolah serta perkembangan proses belajar.

"Dengan mengantar anak ke sekolah, orang tua dapat berinteraksi dengan guru maupun manajemen sekolah untuk mengetahui kondisi lingkungan sekolah serta proses pembelajaran yang dijalani anak," ujarnya.

Darmawi Yusuf juga mengapresiasi terbitnya Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Nomor 100.3/789/2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada masa pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru.

"MPLS perlu dilaksanakan agar anak-anak memahami kondisi sekolah. Selain itu, orang tua juga perlu mengetahui lingkungan tempat anaknya belajar," katanya.

Ia menjelaskan, MPLS bertujuan membantu peserta didik baru mengenal guru, teman, serta lingkungan sekolah.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengenali potensi peserta didik melalui identitas, riwayat kesehatan, bakat, karakter, hingga profil orang tua atau wali.

"Juga untuk menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar yang efektif bagi peserta didik," pungkas Darmawi Yusuf.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.