TRIBUNWOW.COM - Johann Zarco dinyatakan bersalah oleh FIM MotoGP Stewards karena menyebabkan kecelakaan di tikungan pertama setelah restart MotoGP Catalunya pada 17 Mei 2026 lalu.
Keputusan tersebut ditetapkan oleh FIM MotoGP Stewards dikutip dari MotoGP, Kamis (9/7/2026).
Johann Zarco akan diberikan sanksi berupa double long lap penalty pada saat ia kembali ke lintasan yang ditargetkan pada bulan September 2026 mendatang.
Sedangkan pada MotoGP Sachsenring Jerman yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (11-12/7/2026), Johann Zarco belum terlihat kembali ke lintasan.
Baca juga: Profil Brad Binder: Pembalap Berpretasi Afrika Selatan akan Berpisah dengan KTM setelah MotoGP 2026
Johann Zarco mengalami kecelakaan hebat yang membuat kakinya terlilit ke roda belakang motor Ducati milik Francesco Bagnaia.
Pebalap Castrol Honda LCR dan seluruh pebalap tersebut melaju kencang saat lampu start padam, dan mengerem bersamaan di tikungan pertama.
Ia mengalami kegagalan pengereman, sehingga melaju terlalu cepat dan tidak bisa hentikan motor Hondanya dengan tepat.
Pebalap bernomor #5 itu menyebabkan dua pesaingnnya terjatuh, yaitu Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) dan Luca Marini (HRC Castrol).
Saat ini, Zarco kembali dengan pemulihan yang dideritanya akhir pekan lalu di Grand Prix Catalunya.
Baca juga: Profil Brad Binder: Pembalap Berpretasi Afrika Selatan akan Berpisah dengan KTM setelah MotoGP 2026
Ia sudah mencoba mengambil jalur luar ketika kehilangan kendali, namun justru menabrak bagian belakang motor milik Luca Marini yang sedang bersiap menikung.
Benturan tersebut membuat Marini kehilangan kendali hingga terjatuh.
Sementara itu, Francesco Bagnaia terhantam oleh motor Zarco yang meluncur deras kearah depan hingga menghantam bagian belakang motor Bagnaia.
Baca juga: MotoGP Jerman Jadi Titik Tengah Persaingan Gelar yang Penuh Kejutan: Marc Marquez-Bezzecchi Bersaing
Seperti yang dilansir dari akun X @LambeResing Rabu (19/5/2026), Francesco Bagnaia tidak mengalami cedera serius, namun ia menderita beberapa keluhan fisik dan trauma psikologis yang cukup mendalam.
Kontraksi hebat pada otot lehernya disebabkan oleh pusing yang dialami akibat benturan keras saat terjatuh.
Berkat cedera nya yang tidak terlalu serius, ia sudah mengikuti ajang balapan di sirkuit Sachsenring, Jerman pada 10-12 Juli ini.
Meski ia tidak mencapai hasil yang memuaskan lantaran kendala teknis besar.
Baca juga: Profil Toprak Razgatlioglu, Juara Dunia Superbike asal Turki yang Pertama Mentas di MotoGP
Seperti yang dilansir dari crash.net pada Jum'at (4/6/2026), Luca Marini tidak memiliki cedera yang serius.
Marini bisa selamat tanpa cedera serius karena tidak tertimpa motor saat kecelakaan beruntun terjadi.
Dilansir oleh autohebdof1.com pada Kamis (9/7/2026), motor Marini hanya tersenggol dari samping sehingga menyebabkan hilangnya kendali, dan langsung terjatuh di area kerikil di tepi lintasan.
Saat kecelakaan beruntun, tubuh Marini langsung terpisah dari motornya saat terjatuh, hal ini membuatnya terhindar dari risiko fatal.
(Tribunwow.com/Peserta Magang dari Upitra Surakarta/Serviam Satria Dharma.