Industri Fesyen Lirik Serat Jagung, Material Ramah Lingkungan untuk Masyarakat Urban
Muhamad Syarif Abdussalam July 12, 2026 02:46 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kampanye eco friendly kini tak hanya menyasar pengurangan sampah plastik atau penggunaan bahan daur ulang. 

Industri fesyen pun mulai mencari material alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya dengan memanfaatkan serat berbasis tanaman. 

Jagung menjadi salah satu bahan yang kini mulai digunakan untuk menghasilkan kain dengan karakter yang tetap kuat, nyaman, dan tahan lama.

Head of Brand Communication Bodypack, Ardhiansyah Putra Pratama, mengatakan pihaknya mengembangkan material Sorona, kain yang sekitar 37 persen bahan bakunya berasal dari tanaman, dengan sebagian besar bersumber dari serat jagung. 

"Kami mencoba menggunakan material berbasis tanaman dan mengembangkannya menjadi apparel yang tetap fungsional untuk aktivitas sehari-hari," ujar Ardhiansyah, saat ditemui Tribunjabar.id, Minggu (12/7/2026). 

Ia menjelaskan, eksplorasi tersebut bermula dari tim Product Research and Development (R&D) yang selama ini terus mencari kebaruan dalam pengembangan produk. 

Tidak hanya berfokus pada desain maupun fungsi, tetapi juga material yang digunakan.

"Secara DNA produk, kami selalu berusaha menghadirkan sesuatu yang baru. Apa lagi yang bisa dieksplorasi selain aspek fungsional dan praktikal. Akhirnya kami bekerja sama dengan manufaktur untuk mengembangkan material Sorona," katanya.

Meski berbahan dasar tanaman, Ardhiansyah menegaskan kain tersebut tidak hanya mengedepankan aspek keberlanjutan. 

Material Sorona juga dipilih karena dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi.

Menurutnya, kain tersebut memiliki struktur serat yang lebih halus, ringan, elastis, tidak mudah kusut, serta mampu mempertahankan bentuk pakaian meski digunakan dan dicuci berulang kali. 

Ketahanan warnanya pun diklaim lebih baik dibandingkan material konvensional.

"Material ini tetap firm setelah dicuci berkali-kali, tidak gampang kusut, dan warna juga lebih tahan lama. Jadi orang yang berangkat dari rumah ke kantor, naik transportasi umum atau motor, saat sampai tujuan tetap terlihat rapi," ujarnya.

Kendati demikian, penggunaan serat jagung tidak dilakukan secara penuh. 

Ardhiansyah mengatakan komposisi material harus dipadukan dengan poliester dan serat pendukung lainnya agar kekuatan kain tetap terjaga.

"Kalau komposisi plant based terlalu besar, justru ketahanannya bisa berkurang. Karena itu kami mencari formulasi yang seimbang supaya hasil akhirnya tetap awet," katanya.

Material Sorona kemudian diterapkan pada tiga produk apparel, dalam Seed Series, yakni Rhino Vest, Relish Field Jacket, dan Hayes Pants. Seluruhnya dirancang untuk pekerja urban dengan mobilitas tinggi, menggabungkan desain yang tetap rapi dengan fitur-fitur fungsional seperti kantong multifungsi dan siluet yang tidak mudah berubah.

Tak hanya material, Bodypack juga memilih warna-warna netral seperti olive, navy, dan hitam. 

"Kami memilih warna yang versatile dan timeless. Orang biasanya lebih cepat bosan dengan warna yang terlalu mencolok. Jadi kami ingin produknya bisa dipakai lebih lama, baik dari sisi material maupun desainnya," kata Ardhiansyah. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.