Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 2 SD Bab 1 Ayo Gerakkan Badanmu Tahun Ajaran 2026/2027
Siti Umnah July 12, 2026 02:48 PM

SRIPOKU.COM -Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027, dunia pendidikan Indonesia terus bertransformasi untuk menghadirkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna.

Salah satu pendekatan yang kini diadopsi oleh para guru penggerak adalah Deep Learning (Pembelajaran Mendalam).

Pendekatan ini tidak hanya diterapkan pada mata pelajaran eksak, melainkan juga sangat krusial dalam pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Fase A, khususnya Kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Baca juga: Modul Ajar PJOK Kelas 1 SD Semester 1 Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2026/2027: Materi Gerak Dasar

Pada Bab 1: Ayo Gerakkan Badanmu, materi PJOK tidak lagi sekadar instruksi satu arah di mana siswa meniru gerakan guru secara mekanis. 

Melalui konsep Deep Learning, siswa kelas 2 SD diajak untuk membangun body awareness (kesadaran tubuh) dan space awareness (kesadaran ruang).

Anak-anak dilatih memahami mengapa mereka harus menggerakkan anggota tubuh dengan cara tertentu, bagaimana merasakan otot mereka bekerja, serta merefleksikan manfaat gerakan tersebut bagi kesehatan mereka secara mandiri.

Bagi Bapak/Ibu guru PJOK tingkat dasar yang ingin menyusun draf perangkat ajar modern dan bermakna, berikut kami sajikan rancangan Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 2 SD Bab 1:

INFORMASI UMUM MODUL AJAR

  • Mata Pelajaran: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
  • Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Mindful Movement & Reflective Learning)
  • Fase / Kelas: A / 2 (Dua)
  • Bab 1 / Materi: Ayo Gerakkan Badanmu (Variasi Gerak Dasar & Kebugaran)
  • Alokasi Waktu: 3 x 35 Menit
  • Target Profil Pelajar Pancasila: Bernalar Kritis (menganalisis gerakan tubuh) dan Mandiri (memahami batas kemampuan fisik diri).

KONSEP MATERI 'DEEP LEARNING' BAB 1: AYO GERAKKAN BADANMU

Pendekatan Deep Learning membagi penguasaan gerak tubuh ke dalam tiga pilar pemahaman mendalam:

1. Kesadaran Tubuh (Apa yang Bergerak?)

Siswa tidak hanya melompat atau berlari, melainkan mengidentifikasi bagian tubuh mana yang menjadi tumpuan dan bagian mana yang menjaga keseimbangan.

  • Eksplorasi: Merasakan perbedaan ketegangan otot saat berjalan pelan, berjalan cepat, dan saat melakukan gerakan meliuk.

2. Kesadaran Ruang (Di Mana Tubuh Bergerak?)

Anak-anak belajar memetakan arah dan ruang gerak mereka agar efisien dan aman dari cedera.

  • Eksplorasi: Bergerak ke berbagai arah (depan, belakang, samping) dan mengatur tingkatan posisi tubuh (tinggi, sedang, rendah) tanpa menabrak teman di lapangan.

3. Hubungan dan Usaha (Bagaimana Cara Bergeraknya?)

Memahami intensitas tenaga yang dikeluarkan tubuh saat melakukan variasi aktivitas fisik.

  • Eksplorasi: Membedakan kapan harus mengeluarkan tenaga kuat (saat meloncat tinggi) dan tenaga lembut (saat mendarat agar lutut tidak sakit).

STRATEGI LANGKAH PEMBELAJARAN (Skenario Deep Learning)

A. Kegiatan Pendahuluan: Mindful Warm-Up (15 Menit)

  • Orientasi Fikiran: Guru mengajak siswa duduk di lapangan, memejamkan mata sejenak, dan merasakan detak jantung mereka sebelum beraktivitas.
  • Pemantik Kognitif: Guru memberikan pertanyaan mendalam: "Anak-anak, apa yang terjadi pada tubuh kita jika kita malas menggerakkan badan sepanjang hari?"
  • Pemanasan Tematik: Permainan "Menjadi Bayangan". Siswa berpasangan, salah satu bergerak bebas (lokomotor/non-lokomotor) dan pasangannya harus meniru sembari menganalisis gerakan temannya.

B. Kegiatan Inti: Deep Movement Exploration (75 Menit)

  • Tantangan Eksplorasi Gerak: Guru tidak langsung memberi contoh. Guru hanya memberikan instruksi verbal: "Coba temukan 3 cara berbeda untuk berpindah tempat dari garis A ke garis B tanpa menggunakan cara berjalan biasa!"
  • Analisis & Diskusi Kecil (Bernalar Kritis): Setelah mencoba, guru mengumpulkan siswa. "Budi tadi berpindah dengan cara melompat seperti katak. Bagian tubuh mana yang Budi rasakan paling lelah? Mengapa mendarat harus mengeper?" Guru menjelaskan konsep meredam benturan secara sederhana.
  • Aplikasi dalam Permainan Labirin Ruang: Siswa harus melewati rintangan berupa kun yang disusun acak di lapangan menggunakan variasi gerak berjalan zig-zag, merangkak, dan melompat sesuai tanda ruang yang disepakati.

C. Kegiatan Penutup: Reflective Cooling Down (15 Menit)

  • Pendinginan Otot: Gerakan peregangan pasif statis sembari mengatur napas secara teratur.
  • Jurnal Refleksi Lisan (Esensi Deep Learning): Guru meminta 2-3 siswa menyampaikan kesimpulan belajar hari ini:
  1. Apa gerakan yang paling sulit dilakukan hari ini?
  2. Bagaimana cara kalian mengatasi agar tidak menabrak teman saat lapangan terasa sempit?
  • Doa & Apresiasi: Guru mengapresiasi usaha setiap anak, bukan hanya yang paling cepat, melainkan yang paling berhati-hati dan kreatif dalam bergerak.

RUBRIK ASESMEN PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) 

Penilaian berfokus pada pemahaman konseptual anak terhadap gerakan yang mereka lakukan:

Kriteria Penilaian Indikator Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Indikator Mulai Berkembang (MB)
Kontrol Kesadaran Ruang Mampu mengubah arah gerak secara lincah dan tidak pernah menabrak teman di area terbatas. Masih sering bersenggolan dengan teman atau bingung menentukan arah kanan-kiri.
Pemahaman Mekanika Gerak Mampu mendarat dengan lutut mengeper setelah melompat dan tahu tujuannya untuk keamanan. Mendarat dengan kaki kaku/lurus sehingga rentan kehilangan keseimbangan tubuh.
Kemampuan Refleksi Bisa menjelaskan dengan bahasa sederhana bagian tubuh yang bekerja saat olahraga. Belum mampu mengidentifikasi manfaat atau bagian tubuh yang aktif bergerak.

 

Kesimpulan

Penerapan draf Deep Learning pada mata pelajaran PJOK Kelas 2 SD di Tahun Ajaran 2026/2027 ini membawa angin segar bagi motorik anak. Ketika siswa kelas 2 SD dibiasakan untuk bergerak secara sadar (mindful movement), mereka tidak hanya tumbuh menjadi anak yang lincah secara fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan kinestetik dan logika berpikir yang baik sejak dini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.