TRIBUNNEWS.COM - Timnas Argentina memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu di Kansas City Stadium, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.
Alexis Mac Allister membuka keunggulan Albiceleste pada menit ke-10 sebelum Dan Ndoye menyamakan kedudukan pada babak kedua.
Pertandingan yang berlangsung sengit akhirnya ditentukan oleh gol Julian Alvarez pada menit ke-112 dan Lautaro Martinez pada menit 120+1.
Kemenangan tersebut mengantarkan Argentina menghadapi Inggris di semifinal dalam duel klasik yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Wakil Ketua De Oranje Indonesia, Arnan Binafsihi, telah memprediksi bahwa tim-tim penghuni 10 besar ranking FIFA akan mendominasi persaingan menuju gelar juara dunia.
"Untuk kandidat juara, pasti tidak jauh-jauh dari top 10 ranking FIFA. Ada Spanyol, Prancis, Inggris, termasuk juara bertahan Argentina," ujar Arnan Binafsihi dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Messi Ukir Rekor 10 Assist di Piala Dunia, Duel Sarat Sejarah Kontra Inggris Menanti
Prediksi tersebut terbukti akurat. Empat negara yang disebut Arnan kini sama-sama berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal, yakni Argentina, Inggris, Prancis, dan Spanyol.
Bagi Argentina, keberhasilan lolos ke empat besar juga mempertegas konsistensi mereka di panggung sepak bola dunia.
Albiceleste di era Lionel Messi kini mencapai semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya dalam empat edisi terakhir, dan dua kali secara beruntun.
Sebelumnya, Lionel Messi cs menjadi finalis pada 2014, lalu di 2018 mereka tersingkir di babak 16 besar, kemudian Tim Tango menjadi juara pada 2022, dan kini kembali melangkah ke semifinal pada 2026.
Ini juga menjadi kali pertama Argentina mencapai semifinal dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun sejak era 1990.
Pertandingan melawan Inggris akan menjadi salah satu laga paling bersejarah dalam karier Lionel Messi.
Kapten Argentina itu akan tampil di semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya setelah edisi 2014 dan 2022, dan menjadi satu-satunya pemain Albiceleste yang merasakan hal itu.
Catatan tersebut semakin istimewa karena untuk pertama kalinya sepanjang karier internasionalnya, Messi akan berhadapan dengan Inggris.
Meski telah menghadapi hampir seluruh negara besar dunia bersama Argentina, termasuk Brasil, Jerman, Prancis, Belanda, Italia, Spanyol, hingga Portugal, Inggris menjadi satu-satunya kekuatan elite Eropa yang belum pernah menjadi lawannya, baik di laga resmi maupun pertandingan persahabatan.
Pertemuan ini sekaligus menghadirkan nuansa emosional tersendiri mengingat rivalitas panjang Argentina dan Inggris di Piala Dunia.
Kedua negara ini pernah terlibat dalam duel legendaris pada perempat final Piala Dunia 1986 yang melahirkan dua gol ikonik Diego Maradona.
Adapun pertemuan terakhir Argentina vs Inggris terakhir kali terjadi pada 2005 silam, saat laga pertandingan persahabatan yang dimenangkan Inggris 3-2.
Saat itu Messi yang berusia 18 tahun sebenarnya sudah memperkuat Argentina, namun kala itu La Pulga muda tak bermain karena harus menjalani skorsing pertandingan akibat kartu merah di laga debut.
Kini, sejarah baru akan ditulis oleh Messi yang akhirnya mendapat kesempatan menjalani laga yang selama ini belum pernah hadir dalam perjalanan karier internasionalnya.
Jika menang, Messi akan membawa Argentina lolos ke final secara beruntun dan berpeluang mempertahankan gelar, mengulangi kisah apik Brasil yang menang dua edisi beruntun pada 1958 dan 1962.
Baca juga: Daftar Tim Paling Sering Lolos Semifinal Piala Dunia, Argentina Kejar Rekor Italia
Selain faktor Messi, Argentina juga datang ke semifinal dengan modal statistik yang sangat menjanjikan.
Pelatih Lionel Scaloni tercatat belum pernah menelan kekalahan saat menghadapi negara-negara anggota UEFA sejak menangani Argentina pada 2018.
Dalam 10 pertandingan melawan tim Eropa, Scaloni membukukan tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang. Beberapa kemenangan penting diraih atas Italia, Polandia, Estonia, Austria hingga Swiss.
Sementara hasil imbang didapat ketika menghadapi Jerman di laga persahabatan yang berakhir 2-2.
Lalu, dua laga lain melawan Belanda, dan Prancis, yang semuanya kemudian berhasil dimenangkan Argentina melalui adu penalti pada turnamen besar, tepatnya Piala Dunia 2022 lalu.
Rekor tersebut menunjukkan kemampuan Scaloni dalam merancang strategi ketika menghadapi karakter permainan khas Eropa, baik dalam laga fase grup maupun pertandingan hidup-mati.
Kini, tantangan berikutnya datang dari Inggris yang juga tampil impresif sepanjang Piala Dunia 2026.
Meski demikian, dengan pengalaman Messi, kedalaman skuad, serta rekor impresif Scaloni menghadapi lawan-lawan Eropa, Argentina memiliki modal kuat untuk menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia sekaligus melangkah ke final untuk kedua kalinya secara beruntun.
| No | Lawan | Ajang | Hasil |
|---|---|---|---|
| 1 | Jerman | Uji Coba (2019) | Argentina 2-2 Jerman |
| 2 | Italia | Finalissima 2022 | Argentina 3-0 Italia |
| 3 | Estonia | Uji Coba (2022) | Argentina 5-0 Estonia |
| 4 | Polandia | Piala Dunia 2022 | Argentina 2-0 Polandia |
| 5 | Belanda | Perempat Final Piala Dunia 2022 | Argentina 2-2 Belanda (menang adu penalti) |
| 6 | Kroasia | Semifinal Piala Dunia 2022 | Argentina 3-0 Kroasia |
| 7 | Prancis | Final Piala Dunia 2022 | Argentina 3-3 Prancis (menang adu penalti) |
| 8 | Islandia | Uji Coba (2025) | Argentina 3-0 Islandia |
| 9 | Austria | Fase Grup Piala Dunia 2026 | Argentina 3-0 Austria |
| 10 | Swiss | Perempat Final Piala Dunia 2026 | Argentina 3-1 Swiss |
| 11 | Inggris | Semifinal Piala Dunia 2026 | Belum dimainkan |
(Tribunnews.com/Tio)