Penyebab Makassar Terasa Lebih Panas Sepekan Terakhir Menurut BMKG
Ansar July 12, 2026 05:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Makassar terasa begitu panas beberapa hari terakhir.

Di siang hari, terik matahari begitu menyengat.

Aktivitas harian terasa lebih melelahkan di luar ruangan.

Gerah dan keringatan menemani setiap aktivitas di siang hari.

Prakirawan Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar  Nur Asia Utami menyebut kondisi ini masih normal terjadi di Makassar.

Wilayah IV Makassar, unit pelaksana teknis di bawah BMKG.

Balai Besar ini bertugas menyelenggarakan layanan meteorologi, klimatologi, geofisika, serta peringatan dini bencana hidrometeorologi dan gempa bumi di wilayah kerjanya.

Wilayah kerja BMKG Wilayah IV Makassar meliputi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

"Pantauan BMKG masih normal tidak ada fenomena dinamika atmosfer. Memang karena tidak ada tutupan awan jadi terasa begitu panas sepekan terakhir," ujar Nur Asia Utami saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com pada Minggu (12/6/2026).

Tutupan awan minim merujuk kondisi ketika langit sangat cerah karena jumlah awan yang menutupi langit sangat sedikit atau hampir tidak ada. 

Padahal awan berfungsi sebagai selimut alami yang menyerap dan memantulkan sinar matahari

Kondisi ini juga yang terpantau di Makassar sehari-hari.

Langit biru terlihat dengan awan yang begitu minim.

"Saat ini masih 34-35 derajat, maksimalnya sampai 36 derajat. Tapi suhu yang dirasakan bisa sampai 40 derajat, dipengaruhi juga kelembapan," kata Nur Asia Utami.

Dirinya menyebut suhu yang dirasakan cukup jauh dari suhu aktual.

"Suhu yang terasa di kita itu bisa sampai segitu. Tapi suhu aktual terukur di termometer maksimum 34-35 derajat celcius," lanjutnya.

Makassar sendiri sudah masuk musim kemarau.

Salah satu mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Riri mengakui kondisi panas menyengat.

"Panas sekali iya terasa kak. Biasa masih jam-jam 9 terasa kayak siang," ujar Riri.

Ia mengaku selalu membawa bekal air dingin di tumbler demi mengatasi dehidrasi. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.