TRIBUN-TIMUR, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) mendukung penuh penyelenggaraan Olymrun 2026 akan digelar di kawasan Anjungan Pantai Losari pada 22 November 2026.
Ajang lari nasional tersebut diyakini tidak hanya mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
Namun juga mampu memberikan efek berganda terhadap sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dukungan tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemkot Makassar, Akhmad Namsum, saat menghadiri peluncuran Olymrun 2026 di Hotel Aryaduta Makassar, Minggu (12/7/2026) sore.
Ia mengatakan, Pemkot Makassar menyambut baik kepercayaan yang diberikan PT Graha Multi Bintang kepada Makassar sebagai kota kedua penyelenggaraan Olymrun setelah sukses digelar di Samarinda pada Mei lalu.
Menurutnya, Makassar selama ini terus berkembang sebagai kota penyelenggara berbagai event nasional, baik di bidang olahraga, budaya, maupun bisnis.
Karena itu, kehadiran Olymrun dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat citra Makassar sebagai kota yang ramah terhadap penyelenggaraan event berskala besar.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar kami menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara yang telah memilih Makassar sebagai tuan rumah Olymrun 2026. Kami tentu memberikan dukungan agar kegiatan ini berjalan aman, lancar, dan sukses,” katanya.
Akhmad menilai, penyelenggaraan event olahraga saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada kompetisi.
Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah akan memberi dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Hotel, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga pelaku UMKM diperkirakan akan ikut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama pelaksanaan Olymrun.
“Semakin banyak orang datang ke Makassar, semakin besar pula perputaran ekonomi yang tercipta. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka,” ujar dia.
Ia berharap Olymrun dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu destinasi sport tourism di Indonesia Timur.
Sementara itu, Direktur Marketing PT Graha Multi Bintang, Reza Ardiananda, mengatakan Olymrun di Makassar merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mengampanyekan gaya hidup sehat.
Melalui ajang lari ini, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup aktif sekaligus memperkuat budaya olahraga di tengah meningkatnya tren lari di Indonesia.
Mengusung tema Run for Better Living, Olymrun tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang berkumpul bagi komunitas lari, keluarga, sponsor, hingga pelaku UMKM.
Reza mengungkapkan Makassar dipilih karena memiliki pertumbuhan komunitas lari yang sangat pesat.
Selain itu, Kota Daeng dinilai menjadi pusat aktivitas dan pintu gerbang kawasan Indonesia Timur.
Sehingga memiliki potensi besar untuk mengembangkan event olahraga berskala nasional.
“Makassar bukan hanya kota dengan pertumbuhan yang pesat. Makassar memiliki komunitas dan passion olahraga yang sangat tinggi,” ujarnya.
Kota Makassar, lanjutnya, juga menjadi representasi pertumbuhan Indonesia Timur, sehingga kami optimistis Olymrun akan berkembang lebih besar di sini.
Ia menegaskan tujuan utama Olymrun bukan sekadar menggelar lomba lari.
“Kami ingin membangun sebuah gerakan hidup sehat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, sponsor, dan berbagai pihak, kami berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” katanya.
Setelah sukses menghadirkan sekitar 3.000 peserta pada seri perdana di Samarinda, penyelenggara kini menaikkan target menjadi 5.000 pelari di Makassar.
Race Consultant Olymrun Makassar, Arif Rahman, menjelaskan kuota peserta akan dibagi sama rata untuk dua nomor lomba.
Sebanyak 2.500 peserta disiapkan untuk kategori 5 kilometer (5K) dan 2.500 peserta lainnya untuk kategori 10 kilometer (10K).
Kategori 5K dibuka untuk tiga kelompok, yakni pelajar berusia di bawah 17 tahun, umum berusia 17 hingga 44 tahun, serta master berusia 45 tahun ke atas.
Sementara kategori 10K hanya diperuntukkan bagi peserta umum.
Panitia juga membuka pendaftaran early bird dengan biaya Rp155 ribu untuk kategori 5K dan Rp230 ribu untuk kategori 10K.
Setelah periode promosi berakhir, biaya registrasi menjadi Rp180 ribu untuk 5K dan Rp270 ribu untuk 10K.
Salah satu daya tarik Olymrun tahun ini adalah lintasan yang melewati sejumlah ikon Kota Makassar.
Perlombaan akan dimulai dari depan RS Stella Maris di Jalan Penghibur.
Selanjutnya peserta melintasi Jalan Pasar Ikan, Jalan Ujung Pandang, Jalan Riburane, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Gunung Bulusaraung.
Lalu Jalan Gunung Latimojong, Jalan Monginsidi, Jalan Haji Bau, hingga Jalan Metro Tanjung Bunga.
Pelari kemudian memasuki kawasan Center Point of Indonesia (CPI), melewati Monumen Bola Dunia dan Patung Juku, sebelum berputar balik di kawasan Patung Kuda Citraland City.
Setelah itu peserta kembali melalui rute yang sama hingga finis di depan RS Stella Maris.
Lintasan tersebut dipilih agar peserta tidak hanya menikmati pengalaman berlari, tetapi juga panorama kawasan pesisir dan sejumlah landmark Kota Makassar.
Selain menawarkan pengalaman berlari di kawasan ikonik, Olymrun 2026 juga menyiapkan hadiah dengan total nilai ratusan juta rupiah.
Panitia menyediakan grand prize berupa satu unit sepeda motor, satu unit motor listrik, serta springbed Procella.
Selain itu, para juara di setiap kategori juga akan memperebutkan hadiah uang tunai.
Selama acara berlangsung, kawasan Anjungan Pantai Losari juga akan diramaikan tenant kuliner, minuman, serta produk gaya hidup yang melibatkan pelaku UMKM lokal.