TRIBUNMANADO.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca tujuh harian untuk wilayah Sulawesi Utara periode 13 hingga 19 Juli 2026.
Berdasarkan informasi BMKG, tidak ada wilayah di Sulawesi Utara yang masuk kategori waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir maupun angin kencang selama sepekan ke depan.
Seluruh periode prakiraan tercatat dengan status "Nihil", yang berarti kondisi cuaca diperkirakan didominasi cerah, cerah berawan, berawan, berawan tebal, hingga hujan ringan, tanpa indikasi cuaca ekstrem.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Wisata Sulut Minggu 12 Juli 2026: Bunaken hingga Pulau Lihaga Cerah
Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau informasi cuaca terbaru karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.
13 Juli 2026: Nihil
14 Juli 2026: Nihil
15 Juli 2026: Nihil
16 Juli 2026: Nihil
17 Juli 2026: Nihil
18 Juli 2026: Nihil
19 Juli 2026: Nihil
Keterangan BMKG:
Status Nihil berarti cuaca diperkirakan didominasi cerah, cerah berawan, berawan, berawan tebal, dan hujan ringan.
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini