Kisah Pasukan Bertongkat Asal Malaysia Taklukkan Bukit Tabir Anambas Demi Lihat Rafflesia
Dewi Haryati July 12, 2026 07:07 PM

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Suasana objek wisata Rafflesia yang berada di kawasan Bukit Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mendadak riuh pada Minggu (12/7/2026).  

Sejak pagi, rombongan wisatawan asal Malaysia tampak bersiap memasuki jalur hutan untuk menyaksikan mekarnya bunga rafflesia yang tengah menjadi daya tarik kawasan tersebut. 

Perhatian pengunjung saat itu tertuju pada rombongan yang dijuluki 'Pasukan Bertongkat'.  

Sebanyak 17 wisatawan berusia di atas 60 tahun itu datang dengan semangat tinggi, meski sebagian besar harus berjalan menggunakan tongkat sebagai penopang. 

Rombongan tersebut didampingi langsung oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng.

Kehadiran kepala daerah ini sekaligus menjadi bentuk penyambutan bagi wisatawan mancanegara yang sengaja datang ke Anambas untuk menikmati wisata alam. 

Pemandangan unik terlihat sejak awal pendakian.

Ada wisatawan yang menggunakan tongkat dari dahan pohon yang dipungut di sekitar lokasi, sementara lainnya membawa tongkat berbahan besi stainless yang memang biasa digunakan untuk membantu berjalan. 

Tongkat-tongkat itu menjadi penopang utama selama perjalanan menuju titik mekarnya bunga ryafflesia.  

Beberapa wisatawan tampak berjalan perlahan, karena mengalami nyeri pinggul dan lutut, sementara yang lain saling membantu melewati jalur yang licin dan menanjak. 

Perjalanan menuju lokasi bunga rafflesia memakan waktu sekitar 40 menit.  

Jalur yang dilalui cukup menantang dengan tanjakan panjang, turunan curam, bebatuan, akar pohon yang melintang, serta jalan setapak di bawah rindangnya pepohonan hutan. 

Meski medan cukup berat, semangat Pasukan Bertongkat tidak surut.

Pasukan bertongkat dari Malaysia 2
Salah satu rombongan wisatawan asal Malaysia menggunakan tongkat sebagai alat bantu jalan untuk mendaki Bukit Tabir, Tarempa Selatan agar bisa melihat bunga Raflesia.

 

Sesekali mereka berhenti untuk mengatur napas, meminum air, lalu kembali melanjutkan perjalanan bersama rombongan. 

Tawa dan canda terdengar sepanjang perjalanan. Satu sama lain saling memberi semangat agar seluruh anggota rombongan bisa tiba di lokasi mekarnya bunga langka tersebut. 

Ketua rombongan wisatawan Malaysia, Makcik Orked, mengaku kondisi fisik yang tidak lagi prima tidak menghalangi keinginannya melihat rafflesia secara langsung. 

"Awalnya memang tidak mau ikut naik ke dalam. Cuma dipaksa sama kawan-kawan, mau tidak mau ikut. Tapi ada satu rekan yang memang tak ikut karena kondisi kesehatan," ujar Makcik Orked. 

Ia mengatakan, selama ini dirinya hanya melihat bunga rafflesia melalui tayangan televisi maupun gambar di internet sejak masih kecil.  

Kesempatan melihat langsung bunga terbesar di dunia itu baru terwujud saat berkunjung ke Anambas. 

Wisman Malaysia liat Raflesia
Ketua rombongan Wisman Malasyia, Makcik Orked (kanan) beserta rekannya, bahagia karena sudah berhasil mencapai titik mekarnya bunga Raflesia.


Menurutnya, di Malaysia bunga rafflesia dapat ditemukan di wilayah Sabah.

Namun lokasi tersebut memiliki akses yang lebih sulit dibandingkan dengan lokasi wisata Rafflesia di Anambas. 

"Alhamdulillah di umur yang sudah senja ini, kami masih diberi kesempatan melihat langsung bunga rafflesia. Ini menjadi satu keistimewaan dan pengalaman yang tidak akan kami lupakan," katanya. 

Makcik Orked mengakui perjuangan menuju lokasi bunga rafflesia bukan perkara mudah. Jalur berbukit dengan tanjakan dan turunan yang cukup curam menguras tenaga seluruh anggota rombongan. 

"Apalagi kami ini semua sudah usia senja. Tadi banyak berhenti di jalan untuk mengatur napas dan minum sebelum melanjutkan perjalanan," ucapnya. 

Meski demikian, rasa lelah seolah terbayar ketika rombongan akhirnya tiba di lokasi dan menyaksikan bunga Rafflesia yang sedang mekar di habitat alaminya. 

Ia pun berjanji akan memperkenalkan keindahan Kepulauan Anambas kepada kerabat dan komunitas wisata di Malaysia agar semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung. 

"Nanti kami akan ceritakan kepada teman-teman di Malaysia bahwa Anambas bukan hanya memiliki pantai yang indah, tetapi juga punya rafflesia yang luar biasa. Mudah-mudahan semakin ramai yang datang ke sini," ungkap Makcik Orked. 

Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengaku kagum melihat semangat Pasukan Bertongkat yang rela menempuh perjalanan cukup berat, demi menyaksikan langsung mekarnya bunga rafflesia. 

"Saya salut dengan semangat rombongan dari Malaysia. Walaupun usia sudah tidak muda lagi dan sebagian harus menggunakan tongkat, mereka tetap bertekad sampai ke lokasi rafflesia. Semangat seperti ini patut diapresiasi," kata Aneng. 

Menurut Aneng, bunga rafflesia menjadi salah satu kekayaan alam yang dimiliki Anambas dan memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.  

Ia berharap keberadaan rafflesia dapat semakin memperkuat citra Anambas sebagai destinasi wisata alam yang unik, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.