Gerebek Wajik Desa Keji Semarang Meriah, Simbol Kokohnya Persatuan dan Kerukunan Warga
rika irawati July 12, 2026 07:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Puluhan warga berebut gunungan wajik seberat sekitar 60 kilogram dalam tradisi Gerebek Wajik di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026) malam.

Acara Gerebek Wajik ini digelar pada peringatan Haul Sesepuh desa Keji.

Sesaat setelah prosesi pengajian dan mauidhoh hasanah bersama Jemaah Al Khidmah selesai, perhatian warga langsung tertuju pada gunungan wajik.

Mereka kemudian berebut wajik yang dibungkus dalam plastik ukuran kecil itu.

Baca juga: Rest Area Pendopo Tol Semarang-Solo Favorit Pejalan. Fasilitas Lengkap, Ada Playground Gratis

Kepala Desa Keji Siswanto menjelaskan, gunungan itu dibuat dari wajik berbahan dasar beras ketan yang disusun menyerupai gunungan.

Menurutnya, setiap bagian memiliki makna filosofis.

Tekstur wajik yang lengket melambangkan eratnya persatuan dan kerukunan antara masyarakat dengan para pemimpinnya.

Rasa manis menjadi simbol harapan akan kehidupan yang makmur dan sejahtera, sedangkan bentuk wajik yang saling menyatu menggambarkan semangat kebersamaan dan gotong royong warga.

"Wajik adalah penganan yang cenderung lengket dan rasanya manis, ada filosofi di dalam wajik tersebut," kata Siswanto.

Ia menambahkan, gunungan wajik menjadi perlambang kokohnya fondasi Desa Keji yang dibangun melalui kebersamaan masyarakat. 

Dari sisi religius, wajik yang saling melekat juga dimaknai sebagai doa agar seluruh warga senantiasa memperoleh keberkahan, keselamatan, dan kehidupan yang harmonis.

Hasil Sumbangan Warga

Menurut Siswanto, gunungan wajik tersebut dibuat secara gotong-royong oleh warga.

Baca juga: DPRD Kabupaten Semarang Waswas Dana Pokir Jadi Sasaran Efisiensi Anggaran, Beri Warning Pemkab

Seluruh bahan baku pembuatan wajik itu berasal dari sumbangan masyarakat yang diberikan secara sukarela sebagai bentuk partisipasi dalam tradisi haul.

Selain melestarikan tradisi, Haul Sesepuh Desa Keji juga diisi kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim piatu.

"Tahun ini, panitia menyalurkan santunan senilai Rp16,8 juta, dengan masing-masing anak menerima Rp100 ribu," sebutnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.