Tiket Pesawat ke Belitung Masih Mahal, Pemkab Dorong Tambah Rute dan Maskapai
Asmadi Pandapotan Siregar July 12, 2026 07:21 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Pemerintah Kabupaten Belitung memastikan tingginya harga tiket pesawat menjadi perhatian serius. Meski tidak memiliki kewenangan mengatur tarif penerbangan, pemerintah daerah mengaku terus mendorong peningkatan konektivitas udara agar harga tiket semakin kompetitif.

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat mengatakan, konektivitas merupakan kebutuhan utama bagi daerah kepulauan seperti Belitung. Karena itu, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, pengelola Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Angkasa Pura, hingga maskapai penerbangan.

"Kami terus mendorong penambahan kapasitas kursi, peningkatan frekuensi penerbangan, pembukaan rute baru, serta masuknya maskapai baru ke Belitung," ujarnya kepada posbelitung.co, Minggu (12/7/2026).

Menurut Djoni, semakin banyak kapasitas kursi dan pilihan maskapai, maka keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan penerbangan akan semakin baik sehingga harga tiket berpotensi menjadi lebih kompetitif.

Ia menegaskan mahalnya harga tiket tidak dibiarkan begitu saja. Namun, tarif penerbangan niaga berjadwal merupakan kewenangan pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah hanya dapat berperan sebagai fasilitator yang menjembatani komunikasi antara pemerintah pusat, maskapai, operator bandara, pelaku pariwisata, dan dunia usaha.

"Ruang yang kami miliki akan terus kami manfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Belitung," katanya.

Djoni menjelaskan, kenaikan harga tiket tidak hanya terjadi di Belitung, tetapi juga dialami sejumlah daerah tujuan wisata di Indonesia. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan penumpang, terbatasnya kapasitas kursi, musim liburan, biaya operasional maskapai, hingga tingginya tingkat keterisian penerbangan.

Ia menyebut selama libur sekolah dan berbagai agenda yang digelar sepanjang Juni 2026, mobilitas masyarakat dan kunjungan wisatawan ke Belitung meningkat signifikan. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemkab Belitung berkoordinasi dengan maskapai hingga berhasil menghadirkan penerbangan tambahan Citilink dan Super Air Jet pada 18–24 Juni 2026.

"Hasilnya, tingkat okupansi penerbangan tambahan tersebut sangat tinggi. Ini menunjukkan permintaan menuju Belitung memang terus meningkat," ujarnya.

Selain transportasi udara, pemerintah juga mencatat peningkatan penggunaan transportasi laut sebagai alternatif perjalanan masyarakat.

Menurut Djoni, tingginya minat masyarakat dan wisatawan menuju Belitung menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata. Namun di sisi lain, kondisi tersebut menunjukkan kapasitas transportasi menuju Belitung harus terus ditingkatkan agar mampu mengimbangi pertumbuhan permintaan.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong penambahan penerbangan, peningkatan frekuensi, pembukaan rute baru, masuknya maskapai baru, serta memperkuat konektivitas transportasi laut.

Ia menegaskan akses transportasi udara bukan hanya dinikmati kalangan tertentu, melainkan menjadi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pasien yang berobat, mahasiswa, pekerja, pelaku UMKM, investor, hingga wisatawan.

"Bagi daerah kepulauan seperti Belitung, konektivitas merupakan faktor utama yang menentukan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, akses transportasi harus bisa dinikmati seluruh masyarakat dengan harga yang terjangkau," katanya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.