Cerita Kezia Warouw, Cewek Manado yang Pulkam Pengucapan di Minsel, Alami Perjalanan Mendebarkan
Gryfid Talumedun July 12, 2026 07:35 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Suasana sukacita terasa saat pengucapan syukur di Desa Kapoya, Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (12/7/2026).

Kebahagiaan dari beberapa warga saat pulang kampung halaman untuk bertemu sanak keluarga, terlihat.

Meski menempuh jarak puluhan kilometer, mereka tetap antusias. 

Seperti Kezia Warouw, cewek cantik dari Kota Manado yang pulang kampung ke Desa Kapoya dan Suluun, Minsel. 

Baca juga: Cerita David dan Ando, Pembuat Dodol Lintas Generasi di Minsel, Ungkap Suka Duka Proses Produksi

Kezia mendapatkan pengalaman baru di edisi pulkam pengucapan syukur tahun ini.

Saat diwawancarai Tribun Manado di depan rumah Keluarga Rantung - Kalumata, di Desa Kapoya, Minggu malam saat cuaca cerah berbintang, ia menceritakan momen-momen yang dialaminya dalam perjalanan.

Ia menuturkan, pulang kampung bersama pamannya menggunakan sepeda motor pada Sabtu, 11 Juli 2026 malam, sekira pukul 18:00 dan tiba pukul 20:00 Wita.

CEWEK CANTIK - Kezia Warouw, cewek Manado yang pulang kampung (pulkam) ke Desa Kapoya, Minsel saat momen hari pengucapan syukur. Alami perjalanan yang mendebarkan.
CEWEK CANTIK - Kezia Warouw, cewek Manado yang pulang kampung (pulkam) ke Desa Kapoya, Minsel saat momen hari pengucapan syukur. Alami perjalanan yang mendebarkan. (Tribun Manado/Frandi Piring)

Jarak tempuh dari Manado ke Desa Kapoya sejauh 57 kilometer dengan waktu tempuh 1 jam dan 42 menit menggunakan kendaraan, lewat Jalan Trans Sulawesi.

Key, sapaan akrabnya, saat perjalanan menuju ke kampung halaman Oma, di jalanan sempat terkendala macet. 

Namun bisa tiba di tempat tujuan dengan selamat.

“Saya dan paman saya ambil jalur alternatif. Trek-nya cukup terjal. Deg-degan saat melintas di jalan yang rusak berlubang,” kata Key.

Namun, kata Key, perjalanannya seru dan ini menjadi pengalaman pertama naik sepeda motor menuju ke rumah Oma di Desa Kapoya.

Ungkap Key lagi, saat tiba rumah Oma rasa bahagia pun terasa karena bisa temu kangen lagi.

Harapan Kezia kedepannya, momen pengucapan tahun depan juga bisa seperti atau lebih bahagia dari tahun ini.

Satu sanak keluarga lainnya, Non Kalumata juga merasa bahagia saat tiba di kampung halaman ayahnya.

WARGA - Non Kalumata (kenakan gaun kuning) bersama keponakan Aneke Rantung (kenakan kaos hitam-putih) saat bawa pulang ole-ole dodol dan nasi jah di momen pengucapan syukur Desa Kapoya, Minsel, Minggu (12/7/2026).
WARGA - Non Kalumata (kenakan gaun kuning) bersama keponakan Aneke Rantung (kenakan kaos hitam-putih) saat bawa pulang ole-ole dodol dan nasi jah di momen pengucapan syukur Desa Kapoya, Minsel, Minggu (12/7/2026). (Tribun Manado/Frandi Piring)

Meski dalam perjalanan menuju Kapoya dari Manado sempat mengalami sedikit kemacetan dalam perjalanan, Non tetap bersukacita.

Non memaknai pengucapan syukur dengan rasa sukacita bisa bertemu lagi dengan sanak keluarganya.

Ia juga tak lupa bawa pulang ole-ole khas pengucapan Minsel, yakni nasi ja dan dodol.

“Ini pengucapan. Jadi dapat ole-ole dari keponakan dan cucu-cucu di Kapoya. Tuhan memberkati kakakku, anak-anak dan cucu-cucu,” ungkap Non.

Kata dia lagi, bawa nasi jah, dodol dan ikan popes bungkus daun woka dari keponakanku David.

Dengan penuh tawa dia juga memuji keponakan-keponakannya atas Ole-olenya.

“Keponakan-keponakan sudah tahu kesukaanku,” ucap Non dengan senyuman dari wajahnya. (Fra)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.