SRIPOKU.COM - Lidya Catherine Kalalo pernah bikin heboh Indonesia lewat aksinya menaklukkan Selat Sunda di usia 16 tahun.
Atas aksinya di tahun 1996 itu menjadikan Catherine perenang wanita pertama yang bisa menaklukkan salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk tersebut.
Wanita asal Palembang itu kini punya tanggung jawab baru selain statusnya sebagai pelatih dan atlet renang asal Sumatera Selatan (Sumsel).
Punya jabatan sebagai Kepala UPTD Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring, wanita yang akrab disapa Karin ini punya impian untuk memajukan seniman lokal di Kota Palembang.
Baca juga: Atlet Renang Palembang, Qinanti Borong Tiga Medali Porprov Sumsel XV di Muba
Sebagai pemimpin sekaligus fasilitator yang mengelola rumah bagi para seniman di Sumatera Selatan, ia bertugas mencari dan membina "bibit-bibit" talenta di bidang seni.
Taman Budaya Sriwijaya menyelenggarakan berbagai program pelatihan rutin, mulai dari seni suara, musik, wayang, seni rupa, hingga sastra tutur dan seni film.
Ia mengoordinasikan penyelenggaraan berbagai acara seni, seperti Festival Rentak Batang Hari 9. Selain itu, ia juga memposisikan Taman Budaya Sriwijaya sebagai tuan rumah untuk berbagai festival teater baik tingkat provinsi maupun tingkat Sumatera.
"Fasilitas yang ada, seperti gedung teater dan galeri pameran, dapat dimanfaatkan oleh para seniman untuk menampilkan karya mereka kepada masyarakat luas," katanya saat hadir di podcast Tamu Sripo di Graha Tribun Palembang belum lama ini, dikutip Sripoku.com Minggu (12/7/2026).
Karin berupaya mengubah orientasi Taman Budaya agar tidak hanya sebatas tempat pameran, tetapi juga menjadi rumah produksi.
Baca juga: Thomas Ceccon Atlet Renang Italia Kedapatan Tidur Siang di Taman, Kuak Kondisi Kamar Olimpiade 2024
Ia bekerja sama dengan sektor ekonomi kreatif agar karya seniman (seperti lukisan dan hasil kriya) dapat dikomersialkan dan lebih dikenal masyarakat.
Ia aktif membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk universitas dan komunitas literasi (seperti program OOTB/Out of The Book), untuk menghidupkan ekosistem seni dan budaya di Sumatera Selatan.
Sembari menjadi Kepala UPTD Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring, Karin juga masih aktif mengikuti kompetisi renang.
Ia baru saja meraih medali emas pada ajang Pornas Korpri yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2025.
Selain menjadi atlet, ia juga menjalani peran sebagai pelatih renang.
Karin mengungkapkan bahwa ia sempat ditawari untuk mengikuti kompetisi Master Asia Swimming di Jakarta pada bulan Oktober mendatang.
Meskipun setelah kejuaraan tahun lalu ia belum berlatih secara rutin, ia menyatakan niat untuk mulai memaksimalkan kembali latihannya menjelang hari perlombaan.