TRIBUNMANADO.CO.ID - Di tengah kesibukannya, Wawali Manado Richard Sualang menyempatkan diri untuk melayat ke rumah duka keluarga almarhum Imanuel Maliombo dan Christian Maliombo di
Kelurahan Tumumpa Dua, Kecamatan Tuminting, kota Manado, provinsi Sulut, Sabtu (11/7/2026).
Kedua kakak beradik ini meninggal dunia tenggelam di pantai Karangria, Manado, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Fakta-fakta Dua Bersaudara Tenggelam di Pantai Karangria Manado, Terseret Arus Saat Air Laut Pasang
Amatan Tribunmanado.com, Richard datang dengan memakai kameja dan celana hitam.
Richard memberikan ucapan turut berbelasungkawa.
Ia pun memberi kekuatan pada keluarga.
"Atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Kota Manado, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi," katanya.
Ia berharap keluarga dapat dihibur oleh iman kepada Yesus Kristus.
Dialah sumber penghiburan sejati.
"Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberikan kekuatan, penghiburan, dan damai sejahtera kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan dalam menghadapi masa masa penuh duka ini," ujar dia.
Ia mengajak semua pihak untuk saling menguatkan dalam kasih dan doa serta senantiasa memohon penyertaan Tuhan bagi setiap keluarga yang sedang mengalami kedukaan.
Manusia boleh berencana, tapi Tuhan jualah yang menentukan.
Mustinya Christian Maliombo (14) sudah masuk SMA pada Senin (13/7/2026).
Tapi pada Kamis (9/7/2026), remaja malang ini terbaring dalam peti jenazah.
Christian bersama kakaknya Imanuel Maliombo (18) meninggal dunia setelah tenggelam di pantai Karangria, Kecamatan Tuminting, kota Manado, provinsi Sulut, Rabu (8/7/2026) malam.
Tribunmanado mengunjungi rumah duka di Kelurahan Tumumpa Dua, Kecamatan Tuminting, kota Manado, provinsi Sulut, Kamis (9/7/2026) pagi.
Jenazah kedua kakak beradik ini tengah dibaringkan dalam dua peti jenazah pada bagian dalam rumah.
Jas putih membalut tubuh Christian.
Jenazah sang kakak dibalut jas hitam.
Jenazah keduanya dikelilingi keluarga yang dilanda kesedihan mendalam atas berpulangnya sanak mereka yang terkasih.
Nuansa duka terasa begitu pekat.
Tangis terdengar, air mata tumpah.
Di luar, sekelompok pria tengah membangun tenda.
Beberapa pemuda rekan dua bersaudara ini tengah bersiap masuk ke rumah duka untuk melayat.
Daniel kakak dari kedua korban menyebut Christian akan masuk SMA 3 Manado pada Senin.
Baju seragam sudah disiapkan.
"Tapi nasib berkata lain, hal itu tidak kesampaian," katanya.
Ungkap Daniel, kedua kakak beradik ini sangat dekat.
Biasanya, kata dia, keduanya pergi mandi di pantai bersama kakak kakak mereka.
Tapi, kali ini, mereka berdua pergi bersama seorang teman.
"Kami sama sekali terkejut dengan peristiwa ini," kata dia. Ungkap dia, Imanuel,
Christian bersama seorang rekan mereka pergi ke pantai pada Rabu sekira pukul 17.30 Wita.
Mereka menyempatkan santap durian di rumah sebelum ke pantai.
"Tiba tiba datangkabar bahwa keduanya tenggelam," kata dia.
Segera keluarga menuju ke pantai yang berada ratusan meter dari kediaman mereka.
Pencarian dilakukan dan keduanya ditemukan oleh seorang anggota keluarga.
Kala itu, sang adik tampak tak bernyawa.
Sementara sang kakak terlihat masih bergerak.
Keduanya dibawa ke RS Pancaran Kasih Manado.
Direncanakan jenazah kedua kakak beradik ini akan dimakamkan di Pemakaman Umum Pemkot Manado pada Sabtu mendatang.
Terbersit harapan keluarga bahwa malam keduanya bisa berdampingan.
"Kami semua sangat terkejut, terpukul dan begitu berduka, sangat sangat berduka, tapi kami memahami bahwa rencana Tuhan lebih indah dari rencana manusia," kata dia. (Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini